Berita Belitung Timur

Ucapkan Astaghfirullah, Buaya Kulong Kero Melepaskan Terkaman di Kaki Zulman

Lafadz istighfar tersebut diucapkan Zulman berkali-kali saat kaki sebelah kirinya diterkam buaya hingga tercabik-cabik.

Ucapkan Astaghfirullah, Buaya Kulong Kero Melepaskan Terkaman di Kaki Zulman
istimewa
Zulman, korban diterkam buaya sedang mendapatkan perawatan intensif di rumah sakit 

POSBELITUNG.CO - Astaghfirullah...

Lafadz istighfar tersebut diucapkan Zulman berkali-kali saat kaki sebelah kirinya diterkam buaya hingga tercabik-cabik.

Bersyukur, akhirnya buaya melepaskan gigitannya dan Zulman pun selamat meski hingga saat ini masih mendapatkan perawatan intensif di rumah sakit akibat ganasnya gigitan buaya.

Pria berusia 55 tahun ini diterkam buaya saat hendak membersihkan badannya usai melimbang timah di seputaran Kulong Kero. Naas bagi Zulman, pada hari ini, Jumat (13/9/2019) pagi dirinya pindah lokasi menambang, dan akhirnya kena musibah ketika hendak pulang ke rumah.

Hendak Membersihkan Badan Usai Melimbang Timah, Zulman Diterkam Buaya, Begini Kondisinya

"Katanya tadi waktu digigit beliau ini sempat ngucap Astafirullah, istighfar lah baru dilepas buaya itu," ujar David kepada poabelitung.co, Jumat (13/9/2019).

David pun berharap pemerintah harus cepat menanggapi kejadian seperti itu, jangan sampai terulang kembali.

"Kalau bisa ini yang pertama dan terakhirnya lah kalau dapat, tapi ya mau dak mau kejadian ini kan naasnya korban. Nanti kalau dari masyarakat yang turun membasminya kan takut kami salah juga, kalau bisa dipindah atau ada penangkaran mungkin bisa lebih baik, kan menghindari kejadian yang tidak inginkan," ujar David.

Menurut David untuk menangkap buaya di wilayah kulong-kulong tersebut tidak terlalu sulit karena tidak begitu luas.

Dia juga mengatakan telur-telur buaya pun sudah beberapa kali ditemukan warga yang beraktivitas di seputaran Pering.

Dia mengaku tak sedikit warga yang melihat anak-anak buaya yang berukuran 30 centimeter berenang di wilayah seputaran kulong-kulong tersebut.

Sunarsih (45), istri korban kepada posbelitung mengaku sudah merasakan firasat sejak suaminya berangkat kerja. Sunarsih merasa ada sesuatu yang tidak enak atau janggal.

"Dak nyaman perasaan saja dari pagi sampai siang tadi, di rumah juga biase dak ada suara burung tadi seharian ade terus," ujar Sunarsih tertunduk lesu, menunggu suaminya yang masih mendapat perawatan intensif.

Wanita yang sehari-hari periang tersebut tak menyangka akan ada kejadian naas menimpa suaminya.

Dia pun berharap ada tindakan dari pemerintah daerah untuk menindak lanjuti kejadian tersebut.

(Posbelitung.co/suharli)

Penulis: Suharli
Editor: khamelia
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved