Berita Belitung

86 Petani Belitung Timur Klaim Sawah Puso

Proses klaim saat ini masih dalam tahapan melengkapi berkas-berkas administrasi.

86 Petani Belitung Timur Klaim Sawah Puso
Dok Dinas pertanian Belitung Timur
Penyuluh Pertnian Lapangan, Danau Nujau, Dinas Pertanian Kabupaten dan Holtikultura kabupaten Belitung Timur, Andri Taruna Praja saat memperlihatkan lahan sawah petani yang kekeringan. 

POSBELITUNG.CO, BELITUNG -- Panas kemarau sebabkan 126 Hektar lahan sawah petani Dusun Danau Nujau, Kecamatan Gantung, Belitung Timur berakibat puso atau gagal panen.

Untuk mengatasi kerugian gagal panen pemerintah pusat melalui Kementerian Pertanian yang bekerja sama dengan PT Jasindo memfasilitasi asuransi terhadap tanaman padi petani yang dilanda puso.

Kepala Bidang Tanaman Pangan pada Dinas Pertanian Kabupaten dan Holtikultura kabupaten Belitung Timur, Heryanto menyampaikan pada musim tanam padi periode Mei-Juni 2019 dari sebanyak 126 hektar lahan padi, sejumlah 112 hektar mengalami puso akibat kekeringan air.

"Yang bisa terselamatkan hanya 14 hektar, yang bisa dipanen meskipun itu juga padinya banyak yang kosong (tidak berisi) karena memang secara pertumbuhan sudah tidak optimal. Karena pada masa bunga padi sudah keluar padi memerlukan air untuk tumbuh optimal," ujar pria yang akrab disapa Danton tersebut kepada posbelitung.co, Senin (16/9/2019).

Dari 98 petani di Danau Nujau sebanyak 86 petani yang sudah melakukan klaim ke PT jasindo.

"Karena ada kerjasama, dari setiap petani maksimal dua klaim hektare, jadi bila ada yang petani menanam sampai lima hektar yang bisa diajukan klaim hanya dua hektar. Itu juga harus menghitung presentasi real di lapangan, kalau memang kondisinya rusak dua hektar itu bisa klaim full," ujar Danton

Dia juga menjelaskan Pt Jasindo secara langsung bekerjasama dengan Kementerian Pertanian, yang merupakan program dari pusat asuransi petani. Sedangkan dari Dinas Pertanian di tingkat Kabupaten lebih banyak ke fasilitasi saja.

Menurutnya proses klaim saat ini masih dalam tahapan melengkapi berkas-berkas administrasi.

"Sebagian juga sudah dikirim ke provinsi, karena melalui juga dinas pertanian provinsi," ujarnya.

Danton menuturkan untuk lahan di wilayah lain tidak mengalami puso dan masih bisa bertahan hingga panen.

"Lahan (puso) di daerah lain tidak ada. Karena luasannya tanam di wilayah lain juga kecil, seperti di daerah Balok itu juga masih bertahan sampai panen, tidak puso seperti di Danau Nujau. masih bisa terselamatkan," jelasnya

Terkait upaya pompanisasi kelahan-lahan petani di Danau Nujau beberapa waktu lalu, menurut Danton hanya bisa mengairi di lahan sawah bagian pinggir saja yang masih memiliki cadangan air, sedangkan lahan di bagian tengah sudah tidak terselamatkan dan dipastikan puso

"Persatu hektar bila full klaim dibayarkan sebesar RP 6 juta, itu untuk menggembalikan modal biaya pengolahan tanah dan membeli benih baru," bebernya.

(posbelitung.co/Suharli)

Penulis: Suharli
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved