Breaking News:

Dampak Kekeringan, 3 Hektare Sawah di Tanjungpandan Gagal Panen, Petani Merugi Rp 90 Juta

Tiga hektar sawah di Air Merbau Kecamatan Tanjungpandan, Belitung mengalami kekeringan, petani mengeluh kerugi hingga Rp 90 juta

Penulis: Yuranda | Editor: Evan Saputra
Posbelitung.co /Yuranda
Tiga hektar sawah di Air Merbau Kecamatan Tanjungpandan, Belitung mengalami kekeringan, petani mengeluh kerugi hingga 90 juta rupiah. ‎Hal ini disampaikan oleh Ketua Kelompok tani sejati, Subagio, Kamis (19/9/2019) 

Dampak Kekeringan, 3 Hektare Sawah di Tanjungpandan Gagal Panen, Petani Merugi Rp 90 Juta

POSBELITUNG.CO -- Tiga hektare sawah di Air Merbau Kecamatan Tanjungpandan, Belitung mengalami kekeringan, petani mengeluh kerugi hingga Rp 90 juta. ‎Hal ini disampaikan oleh Ketua Kelompok tani sejati, Subagio, Kamis (19/9/2019)

Dirinya mengatakan, selama 15 tahun mengelolah sawah tersebut baru tahun ini yang mengalami kekeringan hingga dinyatakan gagal panen. Diakuinya kekeringan ini sudah dua bulan lebih.

"Akhir juni. Mengalami kekeringan, tidak tiap tahun hanya tahun ini saja. Selama saya olah kekeringan baru sekali ini, kekeringan ini dua bulan setengah kalau dihitung 80 hari mengalami kekeringan," katanya.

Lebih lanjut, dikatakan olehnya, untuk mengakali sawah tersebut dengan cara disiram secara manual. Namun untuk menyiram padi tersebut tidak keseluruhan hanya beberapa yang dilakukan oleh mereka.

"Cuma 3 hari sekali di siram, tapi tidak semua. Kalau untuk padi jenis ketan mereh kalau panen yang bersih sekitar 1 ton dikalikan Rp 25 ribu, sedangkan padi putih 5 ton yang sudah bersih dikalikan Rp 13 ribu itu lha kerugian kami alami," ujarnya.

lanjutnya, anggota kelompok tani sejati ini sebanyak tujuh orang di bawah binaan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian kabupaten Belitung, Ia menambahkan untuk panen belum dijadikan beras masih berbentuk gabah 15 ton.

"Kalau gabah nya rata-rata 15 ton, untuk tiga hektar. Untuk modalnya sendiri 20 juta per hektar kalau tiga hektare berarti 60 juta, ya itu modalnya, sedangkan untuk namam lagi butuh modal, kami juga bingung dan melihat kedepannya bagaimana, " ucapnya.

(Posbelitung.co /Yuranda)

Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved