Menkopolhukam Buka Muktamar V PBB di Belitung

Menkopolhukam, Wiranto mewakili Presiden RI Joko Widodo menghadiri sekaligus membuka acara muktamar V Partai Bulan Bintang (PBB)

Menkopolhukam Buka Muktamar V PBB di Belitung
ist/Menkopolhukam
MENTERI Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam), Wiranto mewakili Presiden RI Joko Widodo menghadiri sekaligus membuka acara muktamar V Partai Bulan Bintang (PBB) di Ballroom Hotel Bahamas, Rabu (25/9) malam. 

MENTERI Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam), Wiranto mewakili Presiden RI Joko Widodo menghadiri sekaligus membuka acara muktamar V Partai Bulan Bintang (PBB) di Ballroom Hotel Bahamas, Rabu (25/9) malam.

Selain itu, terlihat Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi, Sekretaris PDI-P, Hasto Kristanto, Ketua Umum PBB, Yusril Ihza Mahendra beserta segenap jajarannya dari seluruh Indonesia, Bupati Belitung, H Sahani Saleh dan Bupati Beltung Timur (Beltim), Yuslih Ihza serta tamu undangan lainnya.

Dalam kesempatan itu, Wiranto menyampaikan amanat Presiden RI yang batal hadir karena situasi dan kondisi politik yang kian memanas. “Semua orang tahu bahwa PBB merupakan partai Islam yang konsisten mengusung esensi nilai-nilai Islam dalam frame Pancasila,” ujar Wiranto dalam sambutannya.

Oleh karena itu, lanjutnya, tidak sedikit ormas maupun para tokoh Islam yang terpengaruh untuk ikut berpartisipasi. Selain itu, parpol berlambang bulan dan bintang itu juga gigih berpartisipasi dalam dinamika politik bangsa yang terus berubah dengan cepat.

“Sebenarnya nilai-nilai itu sudah tercermin dalam diri ketua umum PBB Yusril Ihza Mahendra dan Presiden Jokowi pasti tidak akan lupa, bagaimana ketokohan Yusril Ihza Mahendra yang berada di baris paling depan dalam memberikan pembelaan hukum kepada pasangan Jokowi Ma’aruf yang telah dinyatakan Mahkamah Konstitusi sebagai pemenang Pilpres 2019,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Umum PBB, Yusril Ihza Mahendra berharap Muktamar V PBB di Belitung bisa berjalan lancar, aman dan cepat. Selain itu, para pengurus juga dapat mendengar laporan pertanggungjawaban Dewan Pengurus Pusat (DPP) sekaligus membahas program-program kerja dan perubahan terhadap AD ART.

“Mudah-mudahan besok kegiatan muktamar ini bisa selesai dan sukses, sehingga bisa kembali mengaktifkan partai ini Insya Allah di waktu mendatang bisa tampil lebih baik. Memang Belitung ini pulau wisata dan banyak peserta yang baru pertama berkunjung ke sini bahkan Pak Wiranto juga baru pertama kali kesini,” ujarnya.

Yusril mengakui mendapat pesan dari Presiden RI Joko Widodo yang meminta maaf karena tidak bisa menghadiri acara muktamar PBB dengan alasan kondisi politik yang kian memanas di Ibu Kota Jakarta.

Menurutnya, Presiden sudah bersiap untuk datang begitu juga dengan segala persiapannya, namun karena Jakarta membutuhkan perhatian Presiden sehingga kedatangannya dibatalkan.

“Kami juga memaklumi, bahkan kami justru khawatir kalau beliau hadir, tiba-tiba terjadi sesuatu dan menjadi penyesalan bagi kita semua. Jadi kami ikhlaskan beliau tidak datang dan digantikan bapak Wiranto dan Budi Karya Sumadi,” ujarnya.

Selain itu, lanjut Yusril, Presiden juga tetap menginginkan PBB tetap ada sebagai kekuatan Islam moderat yang tidak ekstrem. Sehingga dengan kekuatan moderat itu akan memberikan jalan tengah terhadap persoalan yang dihadapi bangsa dan negara ini. (adv/dol)

Editor: Evan
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved