Breaking News:

Berita Belitung

Pesan Ketua PWNU Jatim, Jangan Sampai Perbedaan Politik atau Pendapat Negara Jadi Terpecah Belah

"Kita boleh berbangga tinggal di Indonesia, karena negara ini negara islam terbesar teraman di dunia," ucap Ketua PWNU Jawa Timur Muzaqi Mustamar

Penulis: Maggang (mg) | Editor: nurhayati
Posbelitung.co/BryanBimantoro
Ketua PBNU Jawa Timur Muzaqi Mustamar saat memberikan ceramah saat mengisi Tablig Akbar di Masjid Agung Darussalam Manggar, Sabtu (28/9/2019). 

POSBELITUNG.CO-- "Kita boleh berbangga tinggal di Indonesia, karena negara ini negara islam terbesar teraman di dunia," ucap Ketua PWNU Jawa Timur Muzaqi Mustamar saat mengisi Tablig Akbar di Masjid Agung Darussalam Manggar, Sabtu (28/9/2019).

Ia mencontohkan negara islam lain seperti Yaman, Irak, Suriah, bahkan Saudi Arabia tidak bisa bebas menyiarkan agama Islam karena negara tersebut pemerintahannya ketat, yang bukan kaum Wahabi dilarang.

Untuk itu, Indonesia harus menjaga ketenteraman ini.

Menurutnya, ketenteraman dan keamanan negara ini harus dijaga oleh seluruh pihak. Jangan dikacau oleh fitnah-fitnah yang tidak bertanggung jawab. Jika fitnah tersebut terus terjadi ditakutkan akan menjadi perang saudara antar umat.

"Yaman perang, Suriah perang, Irak perang, Sudan perang, Indonesia? Jangan dong!" ucapnya disambut tepuk tangan ratusan peserta tablig akbar.

Ketua PWNU Jawa Timur Muzaqi Mustamar saat mengisi Tablig Akbar di Masjid Agung Darussalam Manggar, Sabtu (28/9/2019).
Ketua PWNU Jawa Timur Muzaqi Mustamar saat mengisi Tablig Akbar di Masjid Agung Darussalam Manggar, Sabtu (28/9/2019). (Posbelitung/Bryan Bimantoro)

Ia memandang bahwa perbedaan merupakaan hal biasa dalam kehidupan. Ia mencontohkan kasus dua orang yang berbeda meyakini tayamum. Dua-duanya sudah tayamum lalu melaksanakan salat, tidak lama kemudian turun hujan. Satunya kemudian melakukan salat ulang, satunya tetap pada pendiriannya, 'wong aku udah salat'.

"Lalu mereka menghadap Nabi Muhammad SAW. 'Ya Nabi, mana yang benar?', Nabi pun menjawab, 'kau yang benar, kau dapat dua pahala dia hanya satu!' ucap Nabi. Dari dulu beda pendapat itu biasa, tapi adem," cerita Muzaqi.

Ia berpesan mari menjaga negeri ini agar tetap aman dan damai. Jangan sampai karena perbedaan politik atau perbedaan pendapat jadi terpecah belah. Jika tidak bisa menjaga ini bisa berujung kepada kehancuran.

"Menjaga Islam wajib, jaga negara juga wajib. Jika mencintai Rasullullaah, cintai tanah air juga harus," pesannya. (Posbelitung.co/BryanBimantoro)

Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved