Advertorial

Desa Buding Cikal Bakal Pilot Project Sijares

DESA Buding menjadi desa pertama yang meluncurkan (launching) Desa Posyandu Siap Jaga Remaja (Sijares) di Kabupaten Belitung Timur

Desa Buding Cikal Bakal Pilot Project Sijares
ist/Desa Buding Cikal Bakal Pilot Project Sijares
DESA Buding menjadi desa pertama yang meluncurkan (launching) Desa Posyandu Siap Jaga Remaja (Sijares) di Kabupaten Belitung Timur. Launcing Posyandu Sijares dan kegiatan posyandu dilaksanakan di Desa Buding, Kecamatan Kelapa Kampit, Kabupaten Belitung Timur, Senin (30/9). 

POSBELITUNG.CO, BELITUNG -- Desa Buding menjadi desa pertama yang meluncurkan (launching) Desa Posyandu Siap Jaga Remaja (Sijares) di Kabupaten Belitung Timur. Launcing Posyandu Sijares dan kegiatan posyandu dilaksanakan di Desa Buding, Kecamatan Kelapa Kampit, Kabupaten Belitung Timur, Senin (30/9).

Acara peluncuran Posyandu Sijares dihadiri Wakil Bupati Belitung Timur Burhanudin, Kepala Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Belitung Timur Muhammad Yulhaidir, Kepala Dinas Pendidikan Belitung Timur Amrizal, Camat Kelapa Kampit Syahril, para guru, perwakilan Kantor Kementerian Agama Belitung Timur, para remaja Desa Buding, serta tamu undangan lainnya.

Ketua Posyandu Sijares Ingka mengemukakan, Sijares Desa Buding berdiri sejak pertengahan tahun 2017 silam. Dalam perjalanannya hingga saat ini, sudah ada tiga unit kegiatan yang dilaksanakan yakni, pelatihan pangkas rambut, tempat pencucian kendaraan bermotor, dan Posyandu Sijares.

Posyandu Sijares sendiri diperuntukkan bagi mereka yang berusia 10 hingga 19 tahun. Posyandu Sijares selalu diadakan sebulan sekali. Kegiatan Posyandu Sijares tidak hanya mengecek kesehatan, akan tetapi juga menyediakan tempat koseling bagi remaja-remaja yang bermasalah.

“Kami juga ada penyuluhan. Remaja diberikan pengetahuan tentang ilmu tentang pernikahan dini dan kenakalan remaja dan sebagainya,” kata Ingka.

Ketua Kader Sijares Desa Buding Andrian mengemukakan, awal berdiri hingga saat ini ada sebanyak 20 anggota Sijares Desa Buding. Dia berharap, ke depannya Posyandu Sijares dapat menekan kenakalan remaja khususnya di Desa Buding, serta dapat menularkan ke desa-desa lainnya.

Wakil Bupati Belitung Timur Burhanudin mengatakan, Posyandu Sijares merupakan program inovasi desa yang berkaitan dengan Dinas Kesehatan serta Dinas Pendidikan.

“Jadi program ini inovasi kepala desa dalam melihat pesoalan-persoalan remaja yang ada di desa. Dengan adanya Posyadu Sijares, diharapkan mereka berkomitmen untuk anti narkoba, anti rokok dan segala macam,” kata Burhanudin.

Melalui Posyandu Sijares, diharapkan bisa menekan kenakalan remaja dan pernikahan dini. Pemerintah Kabupaten Belitung Timur akan berkoordinasi dengan BNN Provinsi maupun Belitung agar Desa Buding sebagai desa percotohan.

“Kami mengapresiasi apa yang dilakukan oleh desa ini. Dan tentunya dari Dinas Kesehatan melalui puskesmasnya, Dindik dan Kemenag, untuk melakukam pembinaan secara rutin melalui petugas kesehatannya, guru BK-nya dan penyuluhan agama,” jelas Burhanudin.

Dia mengatakan, kegiatan ini merupakan tindakan preventif dari desa bersama Karang Taruna dan para remaja untuk melakukan pembinaan.

Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Belitung Timur, Muhammad Yulhaidir mengatakan, dalam program Sijares, Dinas Kesehatan sebagai pendukung. Desa Buding diharapkan menjadi cikal bakal pilot project di Belitung Timur dan akan menularkan ke desa-desa lainnya.

“Jadi desa sebagai eksekusinya, ini merupakan rangkaian program dari Kementerian Kesehatan, yang satu di antara inovasinya siap jaga remaja sehat,” kata Yulhaidir.

Kepala Desa Buding Mardini mengatakan, Sijares berkaitan dengan Bursa Inovasi Desa (BID) atau Program Inovasi Desa (PID). Pada PID setiap desa diminta berinovasi. Desa Buding pada membuat program Sijres pada 2017 silam. Saat itu Desa Buding juga didorong oleh Dinas Kesehatan Belitung Timur untuk membentuk Sijares.

“Kami berkomitmen bersama BPD dan pendamping desa, agar kegiatan ini ada dananya, agar wadahnya ada kegiatan. Melalui APBDes yang bersumber dari dana desa, kami tingkatkan skill SDM, bekerja sama dengan instasi lain untuk memberikan materi tentang remaja sehat itu seperti apa,” jelas Mardini. 

Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved