Berita Belitung

Tak Alergi Kritikan, Kapolres Beltim Berkomitmen Menjaga Hubungan Baik dengan Jurnalis

Kapolres Belitung Timur AKBP Jojo Sutarjo menyambut baik kedatangan Komunitas Wartawan Harian (KWH) Belitung Timur

Tak Alergi Kritikan, Kapolres Beltim Berkomitmen Menjaga Hubungan Baik dengan Jurnalis
Posbelitung/Bryan Bimantoro
Suasana audiensi KWH bersama Kapolres Beltim. 

POSBELITUNG.CO--  Kapolres Belitung Timur AKBP Jojo Sutarjo menyambut baik kedatangan Komunitas Wartawan Harian (KWH) Belitung Timur di ruangannya, Kamis (3/10/2019).

Kedatangan KWH yang terdiri dari Belitong Ekpres, Pos Belitung, dan TVRI menyampaikan beberapa hal terkait kondisi Indonesia saat ini. Satu di antaranya adalah aksi solidaritas terhadap peristiwa yang menimpa jurnalis di beberapa daerah di Indonesia belakangan.

Jojo berkomitmen menjaga hubungan baik dengan insan pers di Belitung Timur yang sudah terjalin baik selama ini. Hal ini akan menjadi perhatian kapolres nantinya.

"Tidak dipungkiri kami juga terbantu dengan adanya teman-teman media yang meliput. Bahkan kamera jurnalis bisa membantu menjadi pantauan terkini di lapangan," ucap Jojo.

Ia menambahkan pihaknya terbuka atas kritik dan saran yang diarahkan ke kepolisian. Pihaknya tidak akan alergi atas hal itu karena sadar kritik adalah bagian dari proses pembangunan.

Terkait dengan demonstrasi yang terjadi di Jakarta dan mengakibatkan beberapa jurnalis yang dipukul oleh anggota yang bertugas di lapangan, ia menduga jurnalis tersebut tidak menggunakan identitas pers secara jelas.

"Diharapkan teman media sama-sama membantu. Kalau di lapangan diharapkan memakai identitas yang jelas sehingga tidak terjadi miskomunikasi," terang Jojo.

Tidak hanya jurnalis di Beltim, jurnalis di daerah lain juga sudah melakukan aksi solidaritas ke Polres dan Polda setempat. Bahkan di Pangkalpinang Senin (30/9/2019) aksi solidaritas jurnalis langsung ditemui Kapolda Babel Brigjen (Pol) Istiono.

Kekerasan jurnalis yang terjadi di beberapa daerah, terkait dengan unjuk rasa menolak disahkannya beberapa RUU oleh pemerintah, seperti RUU KUHP dan RUU Pemasyarakatan serta menuntut diterbitkannya Perppu atas UU KPK yang telah disahkan sebelumnya.

Unjuk rasa tersebut telah menelan korban jiwa dan banyak yang luka-luka akibat semprotan gas air mata petugas. (Posbelitung.co/Cr1)

Penulis: Maggang (mg)
Editor: nurhayati
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved