Berita Belitung
Ini Jawaban PT Alter Abadi Terkait Debu Kaolin di Pusat Kota Tanjungpandan
Manager Operasional PT Alter Abadi, Hari S menyatakan akan menjalankan komitmen atau hasil kesepakatan
Penulis: Disa Aryandi |
POSBELITUNG.CO, BELITUNG-- Manager Operasional PT Alter Abadi, Hari S menyatakan akan menjalankan komitmen atau hasil kesepakatan antara perusahaan tambang kaolin ini dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Belitung.
Komitmen tersebut untuk mengikuti peraturan dampak lingkungan yang sudah tertuang didalam Izin Usaha Pertambangan (IUP).
"Kami sebagai warga negara yang baik di Tanjungpandan kami akan menjalankan komitmen tersebut. Kami juga akan melakukan pengecekan kembali dari mana kotoran (kaolin) itu tercecer. Kami rasa tidak mungkin (ada ceceran kaolin yang menimbulkan debu," kata Hari kepada posbelitung.co, senin (7/10/2019).
Diakuinya, upaya perbaikan tersebut tetap akan dilakukan, terutama untuk melakukan kembali pengecekan kembali kepada semua mobil di PT Alter Abadi yang mengangkut material kaolin untuk ekspor ke Cina, melalui PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) II Tanjungpandan. "Itu upaya kami nanti," janjinya.
Terkait dengan truk fuso yang digunakan oleh PT Alter Abadi melalui pusat Kota Tanjungpandan, Hari berjanji akan melakukan pengecekan kembali mobil - mobil milik perusahaan tambang tersebut.
Seharusnya, lanjut dia, truk fuso tersebut hanya berada di area pertambangan saja. Dia mengaku tidak mengetahui bisa keluar dari area pertambangan.
"Biasanya mobil itu hanya kami gunakan untuk di tambang saja, mungkin sopir saja. Sebelumnya kami sudah memberikan satu arahan, bahwa truk itu khusus di dalam kawasan tambang saja," kata Hari.
Lantaran diketahui truk fuso tersebut pernah beroperasi di waktu dini hari alias 'curi - curi waktu', Minggu (6/10/2019), Hari mengatakan, akan melakukan pengecekan kembali.
"Itu perlu kami klarifikasi bukan curi-curi, karena itu di bawah tanggung jawab kami, dan kami akan cek semua nya. Serasa kami melakukan pengiriman menggunakan semua menggunakan terpal, dan kemungkinan masih ada supir kami yang lupa menutup," jelasnya.
Dintanya apakah sebelum melakukan aktivitas pengangkutan material tambang kaolin tidak pernah berkoordinasi dengan pemerintah Kabupaten Belitung? Ia menjawab bahwa untuk koordinasi tersebut dirasa olehnya sudah dilakukan. "Saya rasa dengan dinas terkait sudah (berkoordinasi)," pungkasnya. (Posbelitung.co/Disa Aryandi)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/belitung/foto/bank/originals/rapat-debu-kaolin.jpg)