Berita Belitung

Minyak Goreng Curah Masih Banyak Peminat di Pasar Tanjungpandan Belitung

Saat ini masih banyak terdapat penjualan minyak goreng curah di pasar Tanjungpandan Kabupaten Belitung.

Minyak Goreng Curah Masih Banyak Peminat di Pasar Tanjungpandan Belitung
( Posbelitung.co /Yuranda)
Minyak Goreng Curah di Pasar Tanjungpandan, Kabupaten Belitung. 

POSBELITUNG.CO, BELITUNG -- Pemerintah melalui Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita berharap pada Januari 2020 tak ada lagi minyak goreng dalam bentuk curah.

Hal ini menurutnya merupakan upaya Kemendag untuk meningkatkan mutu dan keamanan pangan yang dikonsumsi. Salah satunya melalui program pengalihan minyak goreng curah ke minyak goreng kemasan.

Namun saat ini masih banyak terdapat penjualan minyak goreng curah di pasar Tanjungpandan Kabupaten Belitung.

Bagas (45), pedagang pasar Tanjungpandan, mengaku minyak goreng curah banyak diminati oleh pedagang. Ia menyebutkan, biasa beli minyak goreng curah melalui distributor yang langsung datang menawarkan.

"Saya biasa jual minyak goreng kemasan yang ukuran 1 liter Rp 11.000, dan dua liter Rp 20.000 dan Rp 22.000. Sedangkan minyak goreng curah dengan ukuran 1.5 Liter seharga Rp 20.000," kata Bagas, Rabu (9/10/2019).

Sedangkan permintaan minyak goreng curah tersebut, kata dia, tergantung dengan pembeli yang tidak menentu setiap harinya berapa banyak.

"Peminat biasanya tergantung dan kita tidak tau secara detailnya berapa yang keluar, kadang banyak dan kadang sedikit," ucapnya.

Lanjutnya, di antara pengguna minyak curah yakni pemilik warung makan, karena harganya yang cukup terjangkau.

Lain halnya dengan Dewi (45), mengaku tidak pernah menjual minyak curah. Ia beralasan karena migor curah sudah dilarang pemerintah. 

"Kami tidak menjual minyak curah, karena tidak boleh," kata Dewi.

(Posbelitung.co/Yuranda)

Penulis: Yuranda
Editor: khamelia
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved