Menkopolhukam Wiranto Ditusuk Orang Tak Dikenal di Banten

Menteri Kordinator Politik Hukum dan HAM (Menkopolhukam) Wiranto dikabarkan ditusuk oleh orang tak dikenal saat menghadiri acara di Pandeglang, Banten

Menkopolhukam Wiranto Ditusuk Orang Tak Dikenal di Banten
KOMPAS.com/Kristian Erdianto
Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan Wiranto. 

Video tersebut berdurasi 49 detik.

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun TribunJabar.id, Menteri Wiranto ditusuk orang tak dikenal saat hendak pulang setelah mengikuti acara di Padeglang Banten.

Wiranto hadir di acara peresmian Gedung Kuliah Bersama di Universitas Matha'ul Anwar, di Kampung Cikaliung, Desa Sindanghayu, Kecamatan Saketi, Pandeglang Banten.

Sumber Tribunjabar.id menginformasikan kabar Wiranto ditusuk orang tak dikenal, Kamis (10/10/2019).

Diceritakan, Wiranto ditusuk oleh dua orang yang tak dikenal.

Pernah Jadi Target Pembunuhan

Menko Polhukam Wiranto, Kapolri Jenderal Tito Karnavian dan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahtjanto.
Menko Polhukam Wiranto, Kapolri Jenderal Tito Karnavian dan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahtjanto. (Tribunnews.com/Theresia Felisiani)

Menkopolhukam Wiranto tak gentar dengan adanya acaman pembunuhan yang ditujukan kepadanya.

Dia tetap melakukan aktivitas seperti biasa.

Tak ada sedikit pun keraguan untuk menegakkan kebenaran dan keamanan nasional.

Dalam akun Twitternya, Wiranto memposting foto dirinya bersama tokoh Mahfud MD, Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian, dan Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto.

"Bersama Suluh Kebangsaan, Kapolri dan Panglima TNI. Kami tetap beraktivitas seperti biasa. Kita tidak perlu surut dengan ancaman pembunuhan terhadap pejabat negara. Kita tetap teguh untuk menegakkan kebenaran dan menegakkan keamanan nasional," cuit Wiranto kemarin.

Akhirnya Kapolri Jendral Tito Karnavian membongkar dalang karusuhan aksi 22 Mei 2019 di Jakarta.

Di antara pelaku kerusuhan itu, ada sejumlah penyusup yang disebut diperintahkan untuk mengeksekusi sejumlah jenderal.

Jenderal itu merupakan pejabat publik ternama di tanah air.

Melalui konferensi pers yang ditayangkan Kompas TV, Kapolri Tito Karnavian mengaku, ancaman pembunuhan terhadap pejabat publik bukan berasal informasi dari intelijen, polisi justru bisa mengungkap itu berdasarkan hasil pemeriksaan dari pelaku yang sudah ditetapkan sebagai tersangka.

"Dasar kami dari BAP, berita acara itu resmi, hasil pemeriksaan dari tersangka yang sudah ditangkap," kata Tito Karnavian.

Saat diperiksa, pelaku menyebutkan empat nama jenderal yang menjadi target ekseskusi.

Mulai dari Menkopolhukam Wiranto, Menko Maritim Luhut Pandjaitan, Kepala BIN Budi Gunawan, hingga staf khusus Presiden Gories Mere.

Selain itu, ada pula pimpinan lembaga survey yang juga menjadi target pembunuhan.

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan Wiranto di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Jumat (31/5/2019).
Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan Wiranto di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Jumat (31/5/2019). (KOMPAS.com/ABBA GABRILLIN)

"Mereka (tersangka) menyampaikan nama, satu adalah betul Pak Wiranto, kedua adalah Pak Luhut, ketiga adalah Pak Kabin, keempat Gories Mere, kelima satu pimpinan lembaga survey kami tak mau sebutkan," kata Kapolri.

Sejak mendapatkan keterangan dari tersangka, polisi pun mempererat pengawalan dari nama-nama tokoh yang menjadi target pembunuhan.

Selain itu, senjata yang digunakan para pelaku untuk mengeksekusi pejabat yang ditargetkan pun sudah diamankan.

"Pelaku yang disuruh melakukan eksekusi sudah ditangkap semua, senjatanya mungkin sudah paham, ada empat senjata," ujarnya.

Hingga kini, polisi tengah menyelidikan pihak yang memerintah para pelaku, termasuk dalang di balik kerusuhan aksi 22 Mei.

"Kemudian, kita masih mengembangkan orang yang menyuruh, enggak lama lagi juga akan ada proses hukum," katanya.

Menurut Menkopolhukam Wiranto, yang menjadi target pembunuhan itu bukan hanya pejabat yang disebutkan Kapolri. Ada juga sejumlah pejabat lain yang mendapatkan ancaman tersebut.

"Yang diancam bukan cuma empat orang ada pejabat-pejabat lain yang juga diancam seperti yang saya alami," ujarnya.

Ia meminta pihak kepolisian agar mengusut secara tuntas terkait ancaman pembunuhan itu.

Sebelumnya, polisi sudah menetapkan enam tersangka terkait kerusuhan aksi 22 Mei.

Dari enam tersangka itu disebut memiliki tugas yang berbeda-beda.

Ada yang diperintahkan untuk membeli senjata, ada pula yang diperintahkan menjadi penyusup ke dalam kerumunan massa.

Selain itu, ada pula tersangka yang diperintahkan membunuh empat tokoh nasional dan seorang pimpinan lembaga survei.

Hal ini disampaikan Kabid Humas Mabes Polri Irjen Muhammad Iqbal seperti yang diberitakan Tribunnews.

Ada empat tersangka yang merupakan eksekutor, yakni HK alias Iwan, AZ, IR.

Kemudian, dua pelaku merupakan penjual senjata api, yakni AD dan AF.

Pada Oktober 2018, HK mendapatkan perintah dari seseorang untuk membeli senjata api.

HK pun dapat senjata tersebut dari AD dan AF pada 13 Oktober 2018.

Kemudian, senjata itu pun disetorkan ke AZ dan TJ.

Pada Maret 2019, HK kemudian diperintahkan untuk membunuh dua tokoh nasional.

Sebulan kemudian, 12 April 2019, ia pun kembali mendapatkan perintah untuk membunuh dua tokoh nasional lain, sekaligus seorang pimpinan lembaga survei swasta.

BREAKING NEWS: Menkopolhukam Wiranto Ditusuk Orang Tak Dikenal di Pandeglang Banten

Editor: Evan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved