Nelayan dan Dinas perikanan Belitung Timur Kembangkan Budidaya Ikan Kerapu

Tahun kemarin sebenarnya sudah ada pelaku usaha budidayanya, tahun kemarin sempat panen kapasitas tiga ton

Nelayan dan Dinas perikanan Belitung Timur Kembangkan Budidaya Ikan Kerapu
(Istimewa dok Dinas Perikanan)
Kepala Dinas Perikanan Belitung Timur, Peris Naingolan saat memantau perkembangan bibit ikan kerapu di Instalasi hatcery laut batu air, Desa Tanjung Batu Itam, Kecamatan Simpang pesak. 

POSBELITUNG.CO, BELITUNG TIMUR - Sukses panen kerapu tiga ton pada tahun 2018 lalu, nelayan budidaya Ikan Kerapu bekerja sama dengan Dinas perikanan Belitung Timur (Beltim) kembali mencoba mengulangi kesuksesannya ditahun 2019.

"Tahun kemarin sebenarnya sudah ada pelaku usaha budidayanya, tahun kemarin sempat panen kapasitas tiga ton, tahun ini alhamdulillah mereka lanjut lagi budidaya kerapu," kata Kasubag TU Balai Perikanan Budidaya Dinas perikanan Beltim, Subriandi saat ditemui posbelitung, kepada posbelitung, Jumat (11/9/2019).

Menurutnya bulan November 2019 akan datang ikan kerapu yang dibesarkan sejak bulan Maret 2019 akan dipanen.

Untuk menjaga agar tidak ada putus siklus panen ikan kerapu, pada September 2019 lalu, nelayan tambak yang berjumlah belasan orang bersama dengan Dinas Perikanan Beltim sudah menebar sekitar 10.000 bibit ikan kerapu ukuran 10 centimenter yang berjenis kerapu Cantang dan kerapu Cantik.

"Bulan tiga nebar diperkirakan delapan bulan panen, bulan 11 rencana mau dipanen. Bulan 9 kemarin juga habis menebar, sekitar 8000-10 ribu bibit. 3000 bibit dari Dinas perikanan," ujar Subandri.

Menurut pria yang akrab disapa Bray ini, bibit kerapu sendiri dikirim dari pulau Bali, yang kemudian dibesarkan sampai dengan ukuran 10 centimeter di Instalasi hatcery laut batu air, Desa Tanjung Batu Itam, Kecamatan Simpang pesak, Belitung Timur.

"Program dari kami ada penyedian benih ikan kerapu di instalasi hatcerey batu air, Penyedian bibit dari kami dengan subsidi sesuai perda yang kami laksanakan. Jadi kami keluarkan (bibit ikan kerapu) dari hatchery itu Ukuran 10 centimeter dengan harga untuk kerapu cantang 8000 perekor dan 10.000 perekor," jelasnya.

Sedangkan jarak kerambah kerapu kerapu pun tidak begitu jauh yakni berjarak 1 mil dari bibir pantai.

meskipun demikian dalam prosesnya bukan tanpa kendala, disaat musim angin selatan terkadang bagi para pembudidaya untuk mendapatkan pakan yakni ikan rucah agak sulit.

"kendala cuaca musim selatan pemberian pakan karana harus mengunakan perahu, saat itu ikan rucahnya yang agak sulit, agak mengganggu pertumbuhan ikan," ujarnya.

Prospek penjualan menurut Bray cukup bagus, meakipun Dinas Perikanan karena dinas belum memili kegiatan menampung hasil panen, nelayan tambak menjual bisa secara pribadi ke tanjungpandan.

"Nilai ekonomisnya pun lumayan tergantung jenis dan ukuran kisaran harga 100 ribu - 200 ribu.
ukuran supernya 6 ons sampai dengan 1,2 kilogram," ucapnya.

(Posbelitung.co/suharli)

Penulis: Suharli
Editor: khamelia
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved