Breaking News:

Berita Belitung

Imigrasi dan Pemkab Belitung Akan Audensi Dengan Ditjen Imigrasi Minta Layanan VoA

Kepala Kantor Imigrasi Kelas II TPI Tanjungpandan Dewanto Wisnu Raharjo mengatakan dalam waktu dekat pihaknya bersama Pemkab Belitung

Penulis: Dede Suhendar | Editor: nurhayati
Posbelitung/Dede Suhendar
Kepala Kantor Imigrasi Kelas II TPI Tanjungpandan Dewanto Wisnu Raharjo 

POSBELITUNG.CO, BELITUNG-- Kepala Kantor Imigrasi Kelas II TPI Tanjungpandan Dewanto Wisnu Raharjo mengatakan dalam waktu dekat pihaknya bersama Pemkab Belitung akan melakukan audensi dengan Direktorat Jenderal Imigrasi, Kemenkumham.

Audensi tersebut bertujuan menyampaikan permohonan penambahan layanan Visa on Arrival (VoA) di Bandara Internasional H AS Hanandjoeddin.

Hal ini menindaklanjuti kebijakan Kantor Imigrasi Kelas II TPI Tanjungpandan yang memulangkan warga negara asing (WNA) dari Libya karena tidak dilengkapi VoA ketika masuk ke Belitung beberapa waktu lalu.

"Kami sudah berkoordinasi dengan Wabup Belitung dan beliau berharap bandara kita bisa mendapatkan fasilitas VoA itu. Makanya nanti kami akan beraudensi dengan pimpinan di pusat Ditjen Imigrasi untuk meminta fasilitas tersebut. Semoga apa yang kita harapkan bersama bisa mengabulkan permohonan itu," harap Dewanto kepada posbelitung.co, Rabu (16/10/2019).

Menurutnya, terdapat mekanisme yang harus dilalui sebelum sebuah bandara mendapatkan ketetapan dari Menteri sebagai bandara yang bisa melayani VoA.

Bahkan harus melalui kajian dan melibatkan beberapa kementerian dan lembaga karena berkaitan dengan aspek keamanan terhadap lalu lintas WNA dari negara tertentu subjek visa kunjungan kedatangan.

Selain itu juga dalam fasilitas VoA harus melibatkan perbankan untuk pembayarannya.

Pada kesempatan audensi itu, dirinya akan menyampaikan kondisi peralatan keimigrasian yang dimiliki Kantor Imigrasi Kelas II TPI Tanjungpandan di Bandara H AS Hanandjoeddin.

Ia mengatakan, saat ini peralatan keimigrasian yang dimilikinya bersifat portable padahal seharusnya permanen demi pelayanan prima kepada masyarakat.

Terlebih saat Bandara H AS Hanandjoeddin sudah berstatus internasional dan melayani penerbangan luar negeri dari maskapai Air Asia.

Oleh sebab itu, dirinya berharap Pemkab Belitung bisa memberikan dukungan sebagai solusi mengatasi kondisi tersebut.

"Kondisi ini akan kami sampaikan juga ke pusat dan semoga bisa direalisasikan ataupun dicarikan solusinya. Kami sebenarnya sangat mendukung Pemkab Belitung demi kemajuan pariwisata tapi di sisi lain kami juga butuh dukungan terkait hal-hal teknis yang terjadi," ungkap Dewanto. (Posbelitung.co/Dede Suhendar)

Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved