Breaking News:

Cerita Wishnutama Datang ke Istana Dalam Kondisi Lapar, Hingga Tidak Bisa Tidur Jelang Pelantikan

Wishnutama mengaku pengalaman pertama bergabung menjadi bagian dari birokrasi ini cukup mengejutkannya

Editor: Rusmiadi
Seno Tri Sulistiyono/Tribunnews.com
Wishnutama saat diundang Jokowi ke Istana Negara 

“Mulai besok, kita enggak usah kepanjangan buka-buka kayak gini (pembukaan pidato), langsung aja to the point, sehingga teman-teman bisa (langsung) bekerja.”

Usai memberi pidato, Wishnutama turun dari podium dan menghampiri Menteri Pariwisata sebelumnya, Arief Yahya.

Dilansir dari Tribunnews, Wishnutama memaparkan rencana program kerjanya usai serah terima jabatan di Gedung Sapta Pesona, Jakarta Pusat, Rabu (23/10/2019).

Usai menemui Presiden Joko Widodo di Istana Negara pada Senin (21/10/2019), Wishnutama singgung soal kreativitas dan devisa ketika ditanya jabatan yang ia dapat.
Usai menemui Presiden Joko Widodo di Istana Negara pada Senin (21/10/2019), Wishnutama singgung soal kreativitas dan devisa ketika ditanya jabatan yang ia dapat. (YouTube/Kompas TV)

Menurutnya, pariwisata Indonesia tidak hanya melulu soal kekayaan alam tetapi juga agenda kreatif yang memiliki daya tarik.

“Selain infrastruktur dan pemasaran yang perlu diperkuat. Kita (Indonesia) juga harus punya daya tarik yang luar biasa. Makanya kita harus punya calender of events, menurut saya tidak perlu banyak tapi harus berkualitas,” ucap founder Net TV tersebut.

Tama, sapaanya, mencontoh event musik global Tomorrowland yang konsisten dihelat setiap tahun, artis maupun pengunjung yang datang kelas mancanegara.

Ia memastikan sudah waktunya event-event di Indonesia naik kelas, tidak rutin tetapi dinanti-nanti oleh dunia.

 

Wishnutama dan Gista Putri saat pelantikan menteri Kabinet Indonesia Maju, Rabu (23/10/2019).
Wishnutama dan Gista Putri saat pelantikan menteri Kabinet Indonesia Maju, Rabu (23/10/2019). (Tangkapan Layar YouTube Kompas TV)

Konsep event tersebut yang akan menjadi acuan program kerja Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif sehingga memiliki daya tarik yang tinggi.

“Ritual yang biasa-biasa saja terkadang kita perlu melakukan hal yang berbeda. Jadi akan banyak event-event yang kita seriusin. Saya pikir kurang lebih seperti itu,” ucap Tama.

Event berkelas tersebutlah, sambung Tama, yang akhirnya membuat wisatawan mancanegara merasakan pengelaman baru tak sekadar liburan semata.

 

Halaman
1234
Sumber: TribunnewsWiki
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved