Breaking News:

Berita Belitung

Menteri Arief Yahya Tidak Masuk Kabinet, Nasib Pariwisata Belitung Diyakini Bupati Tidak Berubah

Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi), Rabu (23/10) sudah mengumumkan susunan Kabinet Jokowi - Ma'ruf Amin jilid II.

Penulis: Disa Aryandi | Editor: nurhayati
Pos Belitung/Dede Suhendar
Menteri Pariwisata Arief Yahya mengecek progres pembangunan Hotel Sheraton di area KEK Pariwisata Tanjung Kelayang, Kecamatan Sijuk, Kabupaten Belitung, Senin (29/10/2018). 

Bupati Belitung H Sahani Saleh yakin walaupun Menteri Pariwisata Republik Indonesia yang kini menjadi Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif tidak lagi dijabat oleh Arief Yahya, sekarang berganti wajah baru dengan Wishnutama, tidak akan mengubah kebijaksanaan karena Kabupaten Belitung sudah ditetapkan sebagai Kawasan Strategi Pembangunan Nasional (KSPN) dan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK).

POSBELITUNG.CO,BELITUNG-- Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi), Rabu (23/10) sudah mengumumkan susunan Kabinet Jokowi - Ma'ruf Amin jilid II.

Satu demi satu menteri tersebut telah di umumkan oleh Presiden Jokowi dihadapan publik. Terdapat menteri yang masih bertahan dari kabinet jidil I, dan ada pula wajah baru.

Seperti Menteri Pariwisata, di kabinet jilid II ini bukan lagi Arief Yahya, melainkan Wishnutama mengantikan posisi tersebut. Arief Yahya yaitu Menteri yang terbilang sering berkunjung ke Negeri Laskar Pelangi, lantaran Belitung memiliki Kawasan Strategi Pembangunan Nasional (KSPN) dan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK).

Bupati Belitung H Sahani Saleh (Sanem) mengatakan, adanya perubahan orang di jabatan Menteri Pariwisata yang kini menjadi Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif itu, tidak akan mengubah kebijaksanaan.

Pasalnya Belitung saat ini, sudah ditetapkan sebagai sektor pariwisata yang tentu sangat berhubungan langsung dengan Kementerian pariwisata.

"Kebijaksanaan ini tidak akan mungkin terputus, dan ini ditingkatan jajaran kementerian juga tidak akan mungkin berganti semua nya. Jadi kami yakini tidak ada perubahan kebijakan nantinya," ungkap Sanem kepada Posbelitung.co, Rabu (23/10/2019).

Sanem sangat yakin tidak akan mengubah kebijakan, lantaran Belitung sebagai KSPN dan KEK telah di tetapkan sesuai dengan dengan Peraturan Pemerintah (PP).

"Justru bagi kami tidak akan mungkin ada pengaruh, karena sudah ada kebijaksanaan pusat. Tapi walau bagaimana pun, kami juga kedepan, tetap akan menindaklanjuti apa yang belum selesai, misalkan saat sekarang belum selesai masalah pembangunan di kawasan KEK itu, itu nanti akan kami sonding lagi ke Kementerian," jelas Sanem.

Lanjut dia, untuk pembangunan KEK dan KSPN ini memang tidak akan mungkin selesai dengan waktu satu hingga dua tahun saja, sehingga memang membutuhkan waktu yang sangat panjang.

"Kami harap mungkin kebijaksanaan kebijakaanaan pusat untuk pariwisata tidak berubah, dan tetap berjalan. Justru kami ingin, ada peningkatan lebih jauh dari sekarang, mungkin lebih tajam lagi, dan mungkin dengan pak menteri yang baru ini kami yakin tidak akan ada halangan, dan koordinasi kami nanti. Walaupun dalam realita nya nanti, tidak hanya berpatokan pada menteri saja, tapi jajaran nya yang tentu akan menyampaikan kebijaksanaan kebijaksanaan," pungkasnya. (Posbelitung.co/Disa Aryandi)

Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved