Breaking News:

Ternyata Ini Faktor Penyebab Pesawat B737 Max 8 Lion Air JT610 Jatuh, Laporan Akhir Investigasi KNKT

Sembilan faktor kesimpulan secara garis besar adalah gabungan antara faktor mekanik, desain pesawat, dan kurangnya dokumentasi tentang sistem pesawat

Editor: Rusmiadi
Kolase Tribunnews.com
Kecelakaan pesawat Boeing 737 Max 8 Lion Air JT 610 

POSBELITUNG.CO - Menjelang satu tahun tragedi jatuhnya pesawat Boeing seri 737 MAX 8 maskapai Lion Air kode penerbangan JT610, Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) Kementerian Perhubungan merilis laporan akhir (Final Report) investigasi kecelakaan pesawat yang menimpa pesawat tersebut, Jumat (25/10/2019).

Dalam laporannya, KNKT menyimpulkan ada sembilan faktor yang berkontribusi pada kecelakaan pesawat yang menewaskan 189 penumpang dan awak pesawat, setelah lepas dari Bandara Soekarno-Hatta menuju Pangkalpinang dan jatuh disekitar perairan Tanjung Karawang, Jawa Barat, 29 Oktober 2018 silam

Darii sembilan faktor kesimpulan secara garis besar adalah gabungan antara faktor mekanik, desain pesawat, dan kurangnya dokumentasi tentang sistem pesawat.

Selain itu, faktor lain yang berkontribusi adalah kurangnya komunikasi dan kontrol manual antara pilot dan kopilot, beserta distraksi dalam kokpit.

KNKT berdasar bukti rekaman data dan percakapan selama penerbangan, menyimpulkan bahwa kopilot tidak familiar dengan prosedur, walau telah ditunjukkan cara mengatasi pesawat saat training.

Saat B737 MAX 8 mengalami kendala pembacaan kecepatan di udara setelah takeoff, kapten pilot harus meminta kopilot dua kali untuk melakukan checklist, dan butuh waktu empat menit untuk mencari prosedur yang dibutuhkan dalam buku manual pesawat.

Selain itu, faktor teknis yang terungkap adalah sensor penting yang salah dikalibrasi oleh bengkel pesawat di Florida. Padahal, sensor tersebut tergolong penting, karena memberikan data kepada sistem anti-stall B737 MAX (MCAS).

Sensor tersebut juga menurut KNKT terindikasi kuat tidak diuji coba dulu sebelum dipasang oleh staf mekanik Lion Air. Kru mekanik juga tidak bisa mengidentifikasi masalah karena salah satu fitur safety pesawat, yakni peringatan AOA Disagree (indikator yang menunjukkan perbedaan angle of attack), tidak diaktifkan secara tepat saat pengembangan B737 MAX oleh Boeing

Rekomendasi KNKT juga membuat rekomendasi berdasar temuannya dalam investigasi Lion Air JT610. Rekomendasi itu termasuk meminta Boeing mendesain ulang sistem anti-stall di B737 MAX, yang dikenal dengan MCAS.

Sistem itu secara otomatis akan mendorong hidung pesawat turun, meski pesawat terbang dalam mode manual (bukan autopilot), sehingga pilot kehilangan kontrol sepenuhnya. Dikutip KompasTekno dari Reuters, Jumat (25/10/2019), Boeing sendiri telah mengembangkan sistem MCAS agar lebih sempurna lagi, dan akan menyediakan informasi mendetail dalam buku manual untuk pilot.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved