LIPSUS KOPI

Produksi Kopi Lokal Belitung Timur Melonjak 600 Persen

Masyarakat mulai berpaling ke komoditas kopi karena saat ini warung kopi makin menjamur di wilayah Belitung Timur

Produksi Kopi Lokal Belitung Timur Melonjak 600 Persen
Pos Belitung/Suharli
Biji kopi hasil perkebunan kopi di Desa Lilangan Kecamatan Gantung, Belitung Timur, Senin (28/10/2019) 

POSBELITUNG.CO - BIdang Perkebunan, Dinas Pertanian Kabupaten Beltim per Desember 2018 mencatat, produksi kopi mencapai 217,21 kilogram (kg). Angka itu melonjak drastis dibanding periode yang 2017 yang hanya 39 kg atau naik hampir 600 persen dalam tempo satu tahun.

Menurut Kabid Perkebunan Marlina, tren positif ini diikuti banyaknya masyarakat yang berminat terhadap komoditi kopi. Hal itu terlihat dari animo permintaan bibit ke dinas pertanian.

"Masyarakat mulai berpaling ke komoditas kopi karena saat ini warung kopi makin menjamur di wilayah Belitung Timur. Selain karena perawatan yang tidak ribet, harga jualnya juga tinggi," kata Marlina kepada Pos Belitung, Jumat (25/10/2019).

"Hasil kopi dari petani di Lilangan berani dibeli orang Rp 80.000 per kilogram. Angka ini cukup tinggi dibandingkan komoditas lada saat ini."

Melihat hal ini, lanjut Marlina, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung lewat dinas pertanian. Hasilnya akan menyediakan 160.000 bibit pada 2020 lewat APBN.

"Pak Gubernur dan Kementerian Pertanian kemarin sudah meninjau ke kebun kopi yang ada di Kelapa Kampit. Mereka menilai di sini ada potensi komoditas kopi untuk dikembangkan. Jadi, sudah diinstruksikan akan menyiapkan 100 hektare lahan kebun kopi (kapasitas 160.000 bibit) pada tahun depan (2020, red)," ucapnya.

Menurut Marlina, pihaknya sudah sejak tiga tahun lalu meminta pengadaan bibit namun baru pada tahun ini bisa dikabulkan. Alokasi rencananya diberikan kepada 10 kelompok tani. Hal ini nantinya akan meningkatkan produksi sekaligus membuat komoditas kopi menjadi sektor unggulan.

Marlina menambahkan, mulai diliriknya komoditi kopi karena masyarakat mulai bertanya makna tagline Kota Manggar, yakni 'Kota 1001 Warung Kopi'. Namun bahan bakunya ternyata bukan dari hasil tani masyarakatnya lokal.

"Oleh sebab itulah, masyarakat mulai terbuka dan tertarik bertani kopi. Kebetulan juga, pemerintah lewat gubernur mendukung langkah ini sehingga masyarakat mulai semangat," katanya.

Pengadaan alat
Lebih lanjut Marlina mengatakan, Dinas Pertanian Beltim berencana mengadakan alat pascapanen. Itu dilaksanakan bila memang sektor komoditas kopi menjanjikan dan jumlah produksinya banyak. Alat ini bisa berupa alat menggiling, pengering, sampai alat di tahap akhir produksi sehingga petani semakin semangat dalam meningkatkan produktivitasnya.

Halaman
12
Editor: rusmiadi
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved