Breaking News:

Tragedi Lion Air JT 610, Menhub: Boeing Harus Bertanggung Jawab ke Penumpang dan Maskapai

Maskapai juga perlu menjalankan rekomendasi yang diberikan KNKT. Terutama, soal peningkatan standar operasional prosedur (SOP)

Editor: Rusmiadi
Kolase/Antaranews/Tribun Batam
Menhub Budi Karya 

POSBELITUNG.CO - Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi meminta Boeing bertanggung jawab kepada keluarga penumpang dan maskapai, atas terjadinya kecelakaan pesawat Lion Air JT 610 pada Oktober 2018 lalu.

Hal tersebut disampaikan Budi setelah Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) melaporkan penyebab kecelakaan pesawat Lion Air dengan nomor penerbangan PK-LQP tersebut.

“Yang tidak kalah penting, bagaimana Boeing memberikan suatu tanggung jawab baik kepada penumpang maupun airlines,” ujarnya di Jakarta, Kamis (31/10/2019).

Berdasarkan laporan investigasi kecelakaan, KNKT memberikan rekomendasi kepada 7 pihak terkait, di antaranya Lion Air, Boeing, Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, FAA, Batam Aero Technic (BAT), Airnav Indonesia, dan Xtra Aerospace.

Satu Tahun Tragedi Lion Air JT610, Ada Ahli Waris Yang Belum Terima Santunan Rp 1,25 Miliar

Boeing Menyiapkan 50 Juta Dollar AS Untuk Santunan Keluarga Korban Lion Air JT 610

KNKT memberikan 6 rekomendasi keselamatan kepada Boeing.

Boeing diharapkan bisa memperbaiki asumsi yang digunakan terkait assessment dalam membuat desain pesawat baru.

Sementara itu, Menhub sendiri mengaku pihaknya akan menjalankan rekomendasi dari Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) terkait insiden terjatuhnya

“Jelas dari rekomendasi KNKT secara autokritik saya sampikan Kemenhub dan airlines harus melakukan improvement,” ujar Budi di Jakarta, Kamis (31/10/2019).

Budi menambahkan, maskapai juga perlu menjalankan rekomendasi yang diberikan KNKT.

Terutama, soal peningkatan standar operasional prosedur (SOP).

Ternyata Ini Faktor Penyebab Pesawat B737 Max 8 Lion Air JT610 Jatuh, Laporan Akhir Investigasi KNKT

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved