Berita Belitung

Latihan Tempur Korps Marinir di Negeri Laskar Pelangi, Cerita Terakhir Perebutan Kota Tanjungpandan

Jendral dan pejabat itu menyaksikan satu persatu bagimana prajurit Korps Marinir itu mengikuti berbagai rangkaian latihan dengan gigih.

Latihan Tempur Korps Marinir di Negeri Laskar Pelangi, Cerita Terakhir Perebutan Kota Tanjungpandan
posbeltiung.co/Disa Aryandi
Suasana Latihan tempur Korps Marinir TNI -AL, sabtu (2/11/2019) di Kabupaten Belitung. 

POSBELITUNG.CO, BELITUNG - Komandan Korps Marinir Mayjend TNI (Mar) Suhartanto, Komandan Pasukan Marinir (Pasmar) 1 Brigjen TNI (Mar) Nur Alamsyah, Wakil Gubernur Provinsi Bangka Belitung H Abdul Fatah dan Bupati Belitung H Sahani Saleh (Sanem), sabtu (2/11/2019) menyaksikan langsung berbagai rangkaian latihan tempur Korps Marinir.

Mulai dari pendaratan Tank Amfibi di pesisir Pantai Siantu, Desa Sijuk, Kecamatan Sijuk, Kabupaten Belitung pukul 04.00 WIB subuh tadi.

Jendral dan pejabat itu menyaksikan satu persatu bagimana prajurit Korps Marinir itu mengikuti berbagai rangkaian latihan dengan gigih.

Di pesisir pantai Siantu tersebut, ada 16 unit Tank Amfibi mendarat, dengan rincian 3 unit jenis Tank BMP3 F, 7 unit Tank berjenis BTR 50, 2 unit Tank BTR 4, 2 unit Tank LVT 7 A1 dan 2 unit Tank Kapa K61.

Lantas di waktu yang bersamaan 576 orang prajurit ikut di kerahkan, untuk menyisir daratan pesisir pantai Siantu. Prajurit ini dikerahkan dari KRI Banda Aceh, setelah seluruh Tank Amfibi berada di daratan.

Seolah - olah seperti terdapat banyak musuh dihadapan prajurit - prajurit yang sudah dilengkapi dengan peralatan perang. Saat turun dari spead boad dibibir pantai Siantu itu, ratusan prajurit tersebut sempat berteriak "seranggg".

Kepiawaian prajurit ini, sangat terlihat untuk mendeteksi musuh ketika berada dibalik hutan rimba tersebut. Namun latihan tempur tersebut bukan hanya di lokasi itu saja, setelah seolah - olah berhasil menguasai lokasi itu, pasukan Korps Marinir kembali bergerak ke lapangan kosong di depan Jimbaran Desa Sijuk.

Ditempat itu, prajurit - prajurit itu, langsung menyiapkan berbagai senjata canggih untuk ditembakan ke arah musuh. Senjata yang di kerahkan Korps Marinir ditempat ini, Roket Multi Launch Rocket System (MLRS) Kaliber 122 MM Vampir dan Meriam Howitzer 105 MM.

Terdapat 20 butir peluru roket dan 20 butir meriam Howitzer di tembakan oleh prajurit, dengan menempuh sasaran 10 Kilometer (Km) menuju ke arah musuh, yang teretak di area eks tambang Aik Cengak, Desa Terong.

Awalnya untuk mengunci sasaran, dua senjata tempur tersebut, prajurit masing - masing meluncurkan satu butir meriam dan roket menuju sasaran tembak. Setelah sasaran terkunci, maka prajurit langsung menembakan secara berulang kali menuju sasaran.

Halaman
12
Penulis: Disa Aryandi
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved