WIKI BELITUNG

WIKI BELITUNG: Tiga Destinasi Wisata di Belitung Dikelola Masyarakat dan Kisah Dibalik Perjuangannya

Daya tarik Belitung sebagai destinasi wisata memang tak ada habisnya. Pesona pantai dengan birunya laut serta pasir putih dan dipadukan

WIKI BELITUNG: Tiga Destinasi Wisata di Belitung Dikelola Masyarakat dan Kisah Dibalik Perjuangannya - welcome-to-belitong.jpg
(Posbelitung.co/Adelina Nurmalitasari)
Tulisan 'Welcome to Belitong' yang ada di Pantai Tanjung Kelayang, Desa Keciput, Kecamatan Sijuk beberapa waktu lalu.
WIKI BELITUNG: Tiga Destinasi Wisata di Belitung Dikelola Masyarakat dan Kisah Dibalik Perjuangannya - mewarnai-caping-di-desa-wisata-kreatif-teron.jpg
Posbelitung.co/Adelina Nurmalitasari
Mewarnai caping di Desa Wisata Kreatif Terong.
WIKI BELITUNG: Tiga Destinasi Wisata di Belitung Dikelola Masyarakat dan Kisah Dibalik Perjuangannya - belitung-mangrove-park-posbelitungcoadelina-nurmalitasari.jpg
Posbelitung.co/Adelina Nurmalitasari
Belitung Mangrove Park
WIKI BELITUNG: Tiga Destinasi Wisata di Belitung Dikelola Masyarakat dan Kisah Dibalik Perjuangannya - anak-anak-berfoto-dekat-batu-raksasa-di-bukit-peramun.jpg
Posbelitung.co/Adelina Nurmalitasari
Anak-anak berfoto dekat batu raksasa di Bukit Peramun.

WIKI BELITUNG : Tiga Destinasi Wisata di Belitung Dikelola Masyarakat dan Kisah Dibalik Perjuangannya

POSBELITUNG.CO - Daya tarik Belitung sebagai destinasi wisata memang tak ada habisnya. Pesona pantai dengan birunya laut serta pasir putih dan dipadukan dengan bebatuan granit menjadi ciri khas keindahan alam daerah yang juga dijuluki negeri laskar pelangi ini. Pulau Lengkuas, Pantai Tanjung Kelayang, serta beberapa lokasi syuting Film Laskar Pelangi menjadi destinasi yang banyak dikunjungi wisatawan.

Perkembangan pariwisata Belitung ini nampaknya dilihat baik bagi sebagian masyarakat. Visi menjaga lingkungan pun perlahan dicapai dengan mengelola lokasi sebagai tujuan wisata. Dampak ekonomi pun perlahan mengiringi kelompok masyarakat pengelola wisata.

Posbelitung.co telah merangkum tiga destinasi wisata yang dikelola kelompok masyarakat. Tak hanya pesona alamnya yang khas, tapi kisah dibalik perjuangan pengelola pun jadi daya tarik tersendiri.

1. Bukit Peramun (Arsel Community)

Menawarkan wisata alam perbukitan dengan spot pemandangan hutan dari ketinggian jadi pesona wisata yang berada di Desa Air Selumar, Kecamatan Sijuk. Berjarak sekitar 19 kilometer dari Tanjungpandan, lokasi ini bisa ditempuh sekitar 23 menit.

Ketika masuk, pengunjung cukup membayar biaya masuk Rp 10.000. Wisatawan bisa menapaki jejalanan hutan agar bisa sampai ke puncak sembari ditemani pemandu. Beberapa spot foto menarik seperti mobil terbang, bebatuan granit, dan foto dari gardu pandang disediakan pengelola. Sepanjang perjalanan, pohon-pohon berukuran besar dapat disaksikan.

Wisata mencari tarsius pun sayang dilewatkan. Melihat kehidupan hewan langka ini, pengunjung harus janjian dulu, karena disaat tertentu tarsius berkemungkinan besar tak keluar sarang atau sedang mengandung bayi tarsius.

Keindahan Bukit Peramun yang kini bisa dinikmati wisatawan dikelola oleh Arsel Community. Di awal pengelolaan sebagai destinasi, kelompok masyarakat ini harus bertahan dan berhadapan dengan pelaku pembalakan liar.

Berkat kegigihan Adong cs, kini destinasi tersebut telah dikunjungi ribuan bahkan jutaan wisatawan nusantara bahkan wisatawan mancanegara. Arsel Community pun mendapatkan penghargaan Indonesian Sustainable Tourism Awards (ISTA) 2018 yang diberikan langsung oleh Menteri Pariwisata Arief Yahya.

Halaman
12
Penulis: Adelina Nurmalitasari
Editor: Evan
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved