Berita Belitung

Bupati Belitung Sempat Cekcok Mulut dengan Anggota DPRD Belitung di Rapat Paripurna, Ini Penyebabnya

Melihat Sanem sudah maju ke arahnya, lantas Awat kembali berbalik arah. Kembali cekcok mulut antara Sanem dan Awat terjadi dibagian tengah ruang rapat

Bupati Belitung Sempat Cekcok Mulut dengan Anggota DPRD Belitung di Rapat Paripurna, Ini Penyebabnya
Posbelitung/Disa Aryandi
Bupati Belitung H Sahani Saleh (Sanem) dan Anggota DPRD Kabupaten Belitung, Awat Senin (4/11/2019) saling berhadapan pada rapat paripurna di DPRD Belitung. 

"Makanya saya interupsi ke beliau. Kami tidak mau bupati berbicara seperti itu, dan situasi semakin panas, jangan ada bahasa pengkomporan, saya tidak suka itu. Saya tidak ada kaitan dengan gubernur, walaupun ini berkaitan dengan gubernur. Intinya kami tidak suka ada itu pembicaraan diluar pembahasan paripurna, karena ada koridor pembicaraan seperti itu," jelasnya.

Ingin Mengklarifikasi, Meluruskan 

Bupati Belitung H Sahani Saleh (Sanem), senin (4/11/2019) menyampaikan persoalan kericuhan razia tambang inkonvensional (TI) rajuk di aliran Sungai Sengkelik, Desa Sijuk, Kecamatan Sijuk, Kabupaten Belitung melalui rapat paripurna di Gedung DPRD.

Maksud orang nomor satudi Pemkab Belitung ini menyampaikan persoalan tersebut di rapat paripurna untuk memberikan penjelasan dan kronologis atas kejadian itu, sehingga tidak terjadi simpang siur informasi.

Pasalnya kejadian tersebut sekarang ini sudah menjadi perhatian publik dan isu nasional. Sanem sendiri sebelumnya sudah mendapat laporan dari camat setempat, dan sudah berkoordinasi dengan Kapolres Belitung tentang peristiwa tersebut.

"Semua merasa tidak dikoordinasikan, langkah yang diambil tidak seperti itu, dan ini sudah menjadi viral. Nah saya ingin memberi penjelasan agar tidak simpang siur, dan saat di atas mimbar itu menjadi hak saya untuk bicara," ungkap Sanem kepada Posbelitung.co, senin (4/11/2019).

Sanem  tidak terima, lantaran ada tudingan ada oknum pengusaha yang bermain di balik akitivitas tambang inkonvensional (TI) rajuk tersebut. Namun pada kenyataan nya memang tidak ada, dan dinilai oleh Sanem, foto anggota Satpol PP Provinsi Babel yang tersebar dengan background pembakaran ponton pemicu masyarakat marah.

"Kalau memang ada indikasi kesana, silahkan intel dulu kesini cari informasi, apakah ada yang bermain atau tidak. Karena waktu itu ada acara marinir, dan dubes, jenderal, dan tiba-tiba terjadi seperti itu," ucapnya.

Lanjut Sanem, tidak ada bermaksud untuk memprovokasi atau menyalahkan seseorang atas peristiwa tersebut. Hanya untuk kepentingan meluruskan informasi yang simpang siur.

"Karena ini sudah menjadi isu nasional. Sudah itu saja. Selama ini bukan seperti itu kami lakukan penertiban, tidak langsung bakar. Kami lakukan penertiban, pencegahan segala macam sesuai dengan prosedur saja. Ya ini sudah di awali dengan tindakan tidak benar, ini ada foto viral itu yang membuat warga marah," pungkas Sanem. (Posbelitung.co/Disa Aryandi)

Penulis: Disa Aryandi
Editor: nurhayati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved