Penertiban Tambang Timah Ilegal Ricuh, Kasat Pol PP Bangka Belitung Lapor ke Polisi

ada 27 anggotanya yang menjadi korban penganiayaan. Sebanyak 10 kendaraan roda empat dan satu kendaraan roda dua rusak

Penertiban Tambang Timah Ilegal Ricuh, Kasat Pol PP Bangka Belitung Lapor ke Polisi
Istimewa
Kasatpol PP Babel Yamowa'a Harefa menandatangani laporan ke kepolisian, Senin (4/11/2019). 

POSBELITUNG.CO - Kasus kericuhan saat penertiban aktivitas penambangan timah ilegal oleh Satpol PP Provinsi Bangka Belitung, di Kecamatan Sijuk, Belitung beberapa waktu lalu berbuntut panjang.

Pihak Satpol PP Provinsi Bangka Belitung melaporkan kejadian tersebut ke Polres Belitung dan di Polsek Sijuk, terkait dugaan penganiayaan dan pengrusakan.

Kasat Pol PP Provinsi Bangka Belitung Yamowa'a Harefa membenarkan terkait laporan tersebut. Pihaknya sudah melaporkan ke kepolisian terhadap kejadian penganiayaan dan pengrusakan yang dialami satuannya, ketika terjadi kericuhan saat penertiban tambang ilegal di Sijuk, Belitung, Sabtu (2/11/2019) lalu.

Peristiwa pengrusakan sudah dilaporkan ke Polres Belitung, Senin (4/11/2019) malam.

"Iya, saya sudah melapor," kata Yamowa'a dikonfirmasi Bangkapos.com, Selasa (5/11/2019).

Yamowa'a mengatakan, laporan yang dibuat harus per item. Untuk penganiayaan, ada 15 orang anggota satuannya juga sudah melaporkan kejadian ini.

Rinciannya lima orang melapor ke Polsek Sijuk, dan 10 orang melapor ke Polres Belitung.

"Kemudian untuk pengrusakan, saya juga lapor. Tadi malam saya laporkan untuk pengrusakan. Mobil-mobil itu sudah kami titipkan di Polres Belitung dan Polsek Sijuk," katanya.

Yamowaa merinci, ada 27 anggotanya yang menjadi korban penganiayaan.

Sebanyak 10 kendaraan roda empat dan satu kendaraan roda dua rusak.

"Ditambah ada 73 handphone, duit cash total ada Rp 100 lebih juta, id card seluruhnya, SIM dan apa yang punya anggota yang ke dalam, pakaian seragam dan sepatu, tas-tas dan beberapa dokumen adminsitrasi di dalamnya itu semua habis," beber Yamowa'a.

Saat ditanya soal tudingan berbagai pihak bahwa penertiban itu dilakukan tanpa koordinasi, Yamowa'a enggan mengomentarinya. Komentar terkait ini misalnya pernah diungkapkan oleh Bupati Belitung Sahani Saleh (Sanem).

"No comment," katanya. (bangkapos.com / Dedy Qurniawan)

Penulis: Dedi Qurniawan
Editor: rusmiadi
Sumber: Bangka Pos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved