Wabup : Permasalahan Rokok bagi Remaja Masalah Kita Semua

Wakil Bupati Belitung Timur Burhanudin mengatakan faktor penyebab siswa merokok yakni lingkungan sebayanya, orang tua, sampai paparan iklan rokok

Wabup : Permasalahan Rokok bagi Remaja Masalah Kita Semua
ist
Suasana Kegiatan di Hotel Guest manggar 

POSBELITUNG.CO,BELITUNG-- Wakil Bupati Belitung Timur Burhanudin mengatakan faktor penyebab siswa merokok yakni lingkungan sebayanya, orang tua, sampai paparan iklan rokok sehingga membentuk pemikiran merokok adalah hal yang wajar di lingkungannya. Tak lepas juga dari akses membeli rokok yang mudah bagi siswa.

Hal tersebut ia katakan di tengah acara Diseminasi Hasil Pelaksanaan Model Intervensi Perubahan Perilaku untuk Perokok Pemula Pelatihan Pendidik Sebaya 'Generasi Sehat Tanpa Rokok' (Genstar) di SMP/MTs Kabupaten Belitung Timur tahun 2019 oleh Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana Kabupaten Belitung Timur, Selasa (5/11) di Meeting Room Hotel Guest Manggar.

Upaya menyelesaikan dalam masalah rokok ini, satu di antaranya yakni mengembangkan model intervensi pengendalian masalah perokok. Sebelumnya, sambungnya, sudah dilakukan diskusi-diskusi lintas sektor terkait analisis situasi dan dampaik permasalahan rokok remaja bagi kesehatan masyarakat.

Ia bercerita sering melakukan komunikasi dengan pelajar yang nongkrong di kawasan rumah dinasnya. Ia bertanya mengenai alasan siswa tersebut merokok sampai ke uang membelinya dari mana.

"Rata-rata memang karena iseng saja. Ikut-ikutan temannya. Permasalahan rokok bagi remaja merupakan tugas bagi seluruh lapisan masyarakat, bukan hanya satu dua orang saja menyelesaikannya," tambah lelaki yang akrab disapa Aan ini.

Orang tua, lanjutnya, harus menanamkan pemahaman kepada anak-anak dan remaja tentang bahaya rokok bagi kesehatan sejak dini. Peran sekolah dalam hal ini adalah guru juga diharapkan dapat memberikan tindakan dan pengarahan mengatasi perilaku merokok bagi pada remaja.

"Saya mengajak kepada kita semua selaku orang tua dan selaku orang dewasa memberikan pengawasan dan keteladanan yang baik kepada anak-anak kita para remaja sehingga bisa memberikan pemahaman mengatasi perilaku merokok pada remaja di Beltim," kata Aan.

Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana Kabupaten Beltim Muhamad Yulhaidir mengatakan kegiatan intervensi perubahan perilaku untuk perokok pemula ini sudah diadakan sebulan sebelumnya ke sekolah-sekolah. Melakukan diskusi-diskusi ke beberapa pihak seperti Dinas Pendidikan.

"Kami juga menyusun draft peraturan bupati mengenai kawasan tanpa rokok di sekolah-sekolah," kata Yulhaidir, Senin.

Sementara itu, Direktorat Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat Kementerian Kesehatan Republik Indonesia Muhani mengapresiasi progres pengendalian masalah rokok di Beltim. Ia menjelaskan program ini sudah berjalan sejak tahun lalu dan bekerja sama dengan Perkumpulan Promotor dan Pendidik Kesehatan Masyarakat Indonesia diwakili oleh Rita Damayanti.

"Tahun lalu ada 10 sekolah dan satu desa. Tahun ini di lima sekolah. Tahun ini kami lebih komprehensif dan ada komitmen dari Pemda dalam bentuk perbup," ucap Muhani.

Ia berharap pengendalian masalah ini tak hanya terjadi di sekolah-sekolah percontohan saja, namun juga ke seluruh sekolah yang ada di Beltim. (Posbelitung.co/BryanBimantoro)

Suasana kegiatan di Hotel Guest Manggar
Suasana kegiatan di Hotel Guest Manggar (ist)
Penulis: Iklan Bangkapos
Editor: khamelia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved