Berita Belitung

Adanya RPZ Kawasan Konservasi Perairan Kabupaten Belitung Untungkan Nelayan

adanya Rencana dan Pengelolaan Zonasi (RPZ) pencadangan kawasan konservasi perairan Kabupaten Belitung, dinilai sangat menguntungkan nelayan.

Adanya RPZ Kawasan Konservasi Perairan Kabupaten Belitung Untungkan Nelayan
Istimewa
Adanya RPZ Kawasan Konservasi Perairan Kabupaten Belitung, Untungkan Nelayan 

POSBELITUNG.CO, BELITUNG - Kepala Seksi (Kasi) Konservasi dan Rehabilitasi Ekosistem Pesisir dan Laut Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Wawan Riduan mengatakan, adanya Rencana dan Pengelolaan Zonasi (RPZ) pencadangan kawasan konservasi perairan Kabupaten Belitung, dinilai sangat menguntungkan nelayan.

Adanya penetapan RPZ tersebut pula, sangat menguntungkan sektor pariwisata, dan sejalan dengan program Pemerintah Kabupaten Belitung. Sehingga sangat tidak merugikan, baik bagi nelayan maupun pariwisata.

"Ditetapkan zona ini, tidak mengurangi nilai tangkap nelayan, justru kami membuat biota laut menjadi berkelanjutan," kata Wawan kepada posbelitung.co, rabu (6/10/2019).

Ada tiga aspek dalam kawasan konservasi itu, yaitu aspek perlindungan, agar bisa melindungan biota dan ekosistem yang ada di perairan laut. Aspek berkelanjutan, yang tujuan nya, bagaimana produksi perikanan bisa meningkat.

"Kemudian, aspek pemanfaatan, bagaimana kawasan konservasi ini di manfaatkan sebesar -besarnya oleh stageholder diperiaran itu. Dan ini sangat menguntungkan nelayan, dan zona inti di anggap sebagai bank nya ikan, tempat bertelur ikan dan sebagai nya," ucapnya.

"Jadi semakin banyak ikan di zona inti, nanti ikan banyak keluar kemana-mana, jadi yang di tangkap itu ikan yang sudah keluar dari zona inti itu. Nah ini semua mengarah kepada peningkatan hasil tangkap nelayan, yang berkelanjutan terkait produksi hasil perikanan."

Kata Wawan, dokumen RPZ ini memiliki penetapan hingga 20 tahun mendatang dan setiap 5 tahun, biasanya di evaluasi. Evaluasi tersebut, biasanya melihat kondisi perkembangan, apakah zona yang sudah di tetapkan layak atau tidak dijadikan zona inti.

"Cntoh misalkan, Pulau lengkuas jadi zona inti, tapi karena sudah banyak di kunjungi, menjadi tidak layak lagi dijadikan zona inti, maka nya dikeluarkan dari zona inti. Sebab didalam kawasan konservasi itu tidak boleh di campurkan, antara wisata dan pemanfaatan lainnya tidak boleh. Misalkan untuk tangkapan ikan, itu cukup berada di zona perikanan berkelanjutan saja, tapi kalau pariwisata itu boleh di zona pemanfaatan, boleh di zona perikanan bekelanjutan," bebernya.

(posbelitung.co/Disa Aryandi)

Penulis: Disa Aryandi
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved