Yusril Beberkan Penyebab Kisruh Antara Sriwijaya Air Dengan Garuda Indonesia

Penyebab utamanya adalah karena ketidakjelasan perjanjian awal yang dibuat oleh kedua belah pihak

Tribunnews/JEPRIMA
Yusril Ihza Mahendra. 

Yusril mengungkap, dalam perjanjian itu Garuda Indonesia secara sepihak menetapkan management fee sebesar 5 persen dan pembagian keuntungan sebesar 65 persen dihitung dari pendapatan kotor perusahaan.

"Akibatnya, perusahaan bisa collapse kalau begitu. Menurut persepsi Sriwijaya, utang malah bertambah dan membengkak selama di-manage oleh Garuda. Maksud dari kerja sama ini kan untuk meningkatkan kapabilitas Sriwijaya agar bisa membayar utangnya kepada BUMN," tuturnya.

Tidak hanya itu, Yusril menuturkan rute-rute gemuk Sriwijaya Air sedikit demi sedikit diambil oleh Citilink.

Seperti rute ke Bangka Belitung misalnya, Yusril mengungkap terdapat 14 penerbangan selama 1 hari.

Dari 14 penerbangan itu, biasanya Sriwijaya mendapat 7 kali penerbangan.

Namun kini, Sriwijaya hanya mendapat 2 kali penerbangan pada malam hari.

"Sekarang sudah tinggal 2. Itu terbangnya jam 07.00 sampai jam 07.15 malam. Ya siapa yang mau naik? Jadi ini sebenarnya mau menyelamatkan Sriwijaya atau mau menghancurkan Sriwijaya? Ini kan jadi masalah conflict of interest. Menurut saya hal-hal seperti ini harus diselesaikan," katanya.

Artikel ini sudah tayang di Kompas.com berjudul : Ini Penyebab Kisruh Garuda-Sriwijaya Versi Yusril Ihza Mahendra

Editor: rusmiadi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved