Berita Belitung

Renny Menangkan Lomba Wirausaha Muda Berprestasi, Mulai Usaha Bermodal Rp 300 Ribu

Renny Agustiana milik usaha kuliner Kedai Kayoung ini mampu menyabet juara mengalahkan 29 peserta lainnya.

Renny Menangkan Lomba Wirausaha Muda Berprestasi, Mulai Usaha Bermodal Rp 300 Ribu
posbelitung.co/Adelina Nurmalitasari
Pemilik Kedai Kayoung Renny di sela berjualan di Belitung Food Street Sabtu (9/11/2019) malam. 

POSBELITUNG.CO, BELITUNG - Renny Agustiana masih semringah menceritakan perjalanannya saat mengikuti lomba pemilihan wirausaha muda berprestasi tingkat provinsi beberapa waktu lalu.

Harus mempresentasikan profil usahanya, ia mengaku sempat gugup. Meski begitu, pemilik usaha kuliner Kedai Kayoung ini mampu menyabet juara mengalahkan 29 peserta lainnya.

Ketertarikan Renny pada dunia usaha bukan baru-baru ini. Wanita kelahiran 1993 ini sudah mulai berdagang sejak masih duduk di bangku SD kelas 4.

Orang tuanya yang memiliki toko kelontong, membuat Renny kecil sering membantu berjualan.

Kesenangannya ini kemudian berlanjut hingga jenjang SMP bahkan SMA. Saat SMA kelas 2, ia berhasil mendapatkan beasiswa. Uang senilai Rp 300 ribu hasil beasiswa pun menjadi modal yang dimilikinya untuk membuka usaha pertamanya.

"Saat itu aku mikir gimana caranya uang ini gak habis sekali pakai. Jadi sepulang sekolah, uang itu aku belikan gula dan kopi untuk jualan kopi di toko kelontong orang tua," kata Renny pada Posbelitung.co, Sabtu (9/11/2019) malam.

Usaha warung kopi kecil-kecilan itu terus berlanjut hingga ia dibangku kuliah. Tertarik memulai usaha kuliner, wanita keturunan Bugis ini lalu berkeinginan menjual makanan khas es pisang ijo.

Berbekal resep keluarga, ia pun mulai berjualan pada 2012 lalu, kemudian berjualan melalui media sosial.

Setelah beberapa waktu berjualan, ternyata Es Pisang Ijo Centil ala Renny, mendapat tanggapan yang baik. Banyak orang menyukai es pisjo buatannya. Namun cobaan pernah dialami saat orang tuanya tak menginginkan ia berjualan.

"Bapak bilang masa' sarjana jualan pisjo. Lalu aku sempat ada acara ke Bangka, lalu pas balik kedainya sudah dijual, gerobak dijual, peralatan dibagi-bagikan, cuman sisa kursi. Padahal aku buka itu dari hasil mengumpulkan modal jualan online pisjo dan makanan lainnya," kenang dia.

Halaman
123
Penulis: Adelina Nurmalitasari
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved