Kasus DBD di Belitung Timur Meningkat 5 Kasus, Didominasi Anak-Anak

Kasus DBD pada tahun 2019 meningkat dari 17 kasus DBD Pada 2018 lalu. Menurut Dini Kasus DBD di Beltim terakhir terjadi pada Agustus 2019.

Kasus DBD di Belitung Timur Meningkat 5 Kasus, Didominasi Anak-Anak
Posbelitung.co/suharli
Kepala Seksi Pemberantasan Penyakit Menular (P2M) DKPPKB, Dini Wahyuni. Selasa (12/11/2019) 

Kasus Demam Berdarah Dengue DBD di Belitung Timur Meningkat 5 Kasus, Didominasi Anak-Anak

POSBELITUNG.CO, BELITUNG - Menurut data dari Dinas Kesehatan, Pengendalian Pendudukan dan Keluarga berencana (DKPPKB) Kabupaten Belitung Timur, hingga November tahun 2019 ada sebanyak 22 kasus pasien Demam Berdarah Dengue (DBD).

Hal tersebut disampaikan Kepala Seksi Pemberantasan Penyakit Menular (P2M) DKPPKB, Dini Wahyuni.

Ia mengatakan jumlah meningkat 5 kasus DBD pada tahun 2019 jika dibandingkan tahun 2018 sebanyak 17 kasus DBD.

"Ada peningkatan DBD, tapi dari Agustus 2019 lalu tidak ditemukan kasus DBD lagi hingga sekarang," ujar Dini kepada Posbelitung, Selasa (12/11/2019)

Menurut Dini dari 22 kasus tersebut, pasien didominasi oleh anak-anak, ada satu pasien balita yang meninggal dunia, namun pada kasus tersebut pasien tidak murni sakit DBD, akantetapi dikarenakan ada sakit sertaan lainnnya, hal tersebut pun sudah terkonfirmasi oleh DKPPKB ke RSUD Beltim.

"Sebenarnya kunci DBD ini, memang satu-satu cara Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) yakni dengan 3M, namun suatu yang mudah itu justru sulit ternyata dilaksanakan, karena tingkat kesadaran masyarakat kita ini, mungkin belum terbiasa dengan hal-hal tersebut," kata Dini.

Menurut Dini, perlu adanya dorongan atau sifatnya paksaan agar melakukan 3M, dilain sisi DKPPKB sudah berupaya mengeluarkan surat edaran melalui Pemkab, satu diantaranya melakukan jumat bersih.

Terkait foging, Dini menjelaskan efektifnya hanya pada nyamuk dewasa, sedangkan jentik nyamuk tidak bisa dilakukan dengan foging. Untuk itu DKPPKB Beltim menyalurkan bantuan bubuk abate melalui puskemas-puskemas yang ada perkecamatan di Beltim.

Ketersedian bubuk abate itu pun diberikan secara geratis kepada masyarakat Beltim yang membutuhkan.

Dini menambahkan, perlunya Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) juga di lingkungan sekolah-sekolah maupun dirumah, karena nyamuk penyebar DBD ini sifatnya terbang di pagi hari mulai pukul 07.00 sampai dengan pukul 10.00 pagi, Selain itu nyamuk ini juga terbang pada sore hari

Terkait 3 M, saat ini sudah dikembangkan menjadi 3 M plus, yang awalnya hanya menutup, menguras dan mengubur sekarang ditambahkan dengan dirumah ditanami tanaman yang mengurangi nyamuk seperti lavender, kemudian ikan pemakan jentik, serta tidur mengunakan kelambu.

Posbelitung.co/suharli

*Data Jumlah kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten belitung Timur delapan tahun terakhir, sejak tahun 2012 sampai dengan November 2019.

  1. 2012 : 15 kasus
  2. 2013 : 8 kasus
  3. 2014 : 8 kasus
  4. 2015 : 18 Kasus
  5. 2016 : 17 Kasus
  6. 2017 : 2 kasus
  7. 2018 : 17 Kasus
  8. 2019 : 22 kasus

(sumber DKPPKB Belitung Timur)

Penulis: Suharli
Editor: Evan
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved