Berita Belitung

Rintis Pembuatan Souvenir di Negeri Laskar Pelangi, Dody Mulya Sudah Melatih 300 Pengrajin

Dody Mulya owner usaha souvenir dari Belitung Timur bernama Belitung Souvenir.Lelaki berusia 37 tahun ini merintis usahanya sejak tahun 2011

Rintis Pembuatan Souvenir di Negeri Laskar Pelangi, Dody Mulya Sudah Melatih 300 Pengrajin
Posbelitung/Bryan Bimantoro
Dody Mulya sedang menunjukkan produk miliknya 

POSBELITUNG.CO,BELITUNG-- Duduk seorang lelaki brewok berpostur tegap mengecek souvenir di sebuah warung kopi sebelah Museum Kata Andrea Hirata, Gantung, Belitung Timur.

Ia menghitung gantungan kunci yang tersisa dalam etalase. Mencatatnya dalam sebuah buku sebagai laporan. Ialah Dody Mulya owner usaha souvenir dari Belitung Timur bernama Belitung Souvenir.

Lelaki berusia 37 tahun ini merintis usahanya sejak tahun 2011. Hatinya tergerak supaya bisa bermanfaat bagi kampungnya. Digelarnya Festival Laskar Pelangi saat itu menjadi pemacu semangatnya berproduksi.

"Tapi dulu belum fokus ke sana. Masih nyambi kerja yang lain. Tahun 2013 baru fokus ke usaha saya ini," kata Dody kepada Posbelitung.co, Senin (18/11/2019).

Mulya saat memberi pelatihan kepada ibu-ibu.
Mulya saat memberi pelatihan kepada ibu-ibu. (Posbelitung/Bryan Bimantoro)

Produk-produknya dikerjakan oleh masyarakat sekitar yang ingin menambah keterampilan. Sampai sekarang ia sudah melatih sekitar 300 orang dalam usahanya ini. Melatih melukis, air brushing, dan tahap-tahapan sampai sebuah gantungan kunci selesai.

Menurutnya, melatih masyarakat dalam hal ini susah-susah-gampang. Masyarakat masih banyak yang berpikiran kalau mengikuti pelatihan hanya buang-buang waktu. Mereka belum menyadari, sambungnya, keahlian dalam bidang ini sangat diperlukan dalam mendukung geliat pariwisata Belitung Timur yang semakin maju.

"Tapi banyak juga yang mengikutinya secara semangat," ucap lelaki yang tinggal di Gantung ini.

Sampai sekarang, yang masih aktif hanya puluhan pengrajin saja. Karena faktor-faktor yang tidak bisa dipaksakan, seperti banyak yang sedang bekerja dengan hasil yang lebih pasti ataupun alasan keluarga.

Ia bercerita produk pertamanya adalah berbahan kerang. Ia mendapatkan bahan bakunya bekerja sama dengan pedagang supaya menyimpan cangkang kerangnya supaya bisa ia gunakan sebagai mainan kunci.

Dody Mulya sedang mengerjakan produknya.
Dody Mulya sedang mengerjakan produknya. (Posbelitung/Bryan Bimantoro)

Hingga sekarang produknya sudah bermacam-macam, mulai dari keong, miniatur papan seluncur, hingga sendal yang berbahan karet serupa sandal jaman dulu atau cuhai. Semuanya dilukis bergambar icon pariwisata Belitung Timur.

"Tidak terbatas hanya mainan kunci, tapi juga ke lukisan, asbak, hingga wadah tissue," ucap lelaki yang pernah bekerja menjadi marketing di sebuah perusahaan ini.

Ia bertekad akan terus menekuni usahanya ini. Walaupun menurutnya tantangan ke depan semakin berat. Ia harus memastikan tidak kekurangan stok sedangkan pengrajin yang aktif hingga saat ini belum mencukupi.

"Jujur saja saat ini pasar dari Tanjungpandan saya stop sejenak karena produksinya belum maksimal. Kami masih memenuhi permintaan dari pasar Beltim dulu," kata Doddy.

Dalam sebulan, ia mengaku bisa menjual 2000 piece gantungan kunci. Angka ini akan terus naik seiring perkembangan pariwisata di Belitung Timur yang semakin maju.

"Saya berkomitmen agar terus berkontribusi terhadap kemajuan pariwisata Beltim lewat kerja kreatif kami yang menghasilkan produk-produk cinderamata bagi para wisatawan," harapnya. (Posbelitung.co/Bryan Bimantoro)

Penulis: Bryan Bimantoro
Editor: nurhayati
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved