Advertorial

Puncak HKN ke-55 di Belitung Timur Gelar Senam Bedincak di Pantai Nyiur Melambai

DINAS Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DKPKB) Kabupaten Belitung Timur (Beltim) mengelar serangkaian kegiatan

Puncak HKN ke-55 di Belitung Timur Gelar Senam Bedincak di Pantai Nyiur Melambai
ist/Puncak HKN ke-55 di Belitung Timur
DINAS Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DKPKB) Kabupaten Belitung Timur (Beltim) mengelar serangkaian kegiatan pada puncak peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-55. Kegiatan tersebut dipusatkan di Pantai Nyiur Melambai, Desa Lalang, Kecamatan Manggar Kabupaten Beltim, Sabtu (23/11). 

POSBELITUNG.CO,BELITUNG-- Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DKPKB) Kabupaten Belitung Timur (Beltim) mengelar serangkaian kegiatan pada puncak peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-55. Kegiatan tersebut dipusatkan di Pantai Nyiur Melambai, Desa Lalang, Kecamatan Manggar Kabupaten Beltim, Sabtu (23/11/2019).

Mengusung tema ‘Generasi Sehat Indonesia Unggul’ ini, dimulai dengan senam sehat dilanjutkan dengan senam bedincak. Hadir dalam kegiatan ini Wakil Bupati Beltim, Burhanudin (Aan), Kepala DKPKB Kabupaten Beltim, Yulhaidir, Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Beltim, Ida Lismawati, Sekretaris Dinas Pendidikan, Partono, tujuh kepala puskesmas se Kabupaten Beltim, serta tamu undangan lainnya.

Yulhaidir dalam sambutanya mengatakan, masih banyak pekerjaan rumah yang harus dilaksanakan dalam bidang kesehatan Beltim. “Usia ke-55 HKN ini dengan perkembangan Beltim 17 tahun, kami sudah merasa ada peningkatan, meskipun dalam hal ini masih ada PR yang harus kami selesaikan,” ujar Yulhaidir.

Menurutnya, Bupati Beltim, Yuslih Ihza beberapa waktu lalu pernah menyampaikan perlunya perbaikan infrastruktur, fase pelayananan yang harus dibenahi dan mendekatakan jangkauan pelayanan. “Yang paling penting promotif dan preventif kami, karena gerakan germas sudah ada Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2017. Jadi betul-betul harus maksimal. Harapan kami gerakan kesehatan dimulai dari kita untuk komitmen bersama,” ujarnya.

“Dimulai dari desa, bagaimana desa sendiri menguatkan bersama-smaa menguatkan kampungnya, dengan beberapa program unggulan kami yang sudah dilaksanakan, berkolaborasi bersama dengan OPD terkait, supaya program bisa menyentuh masyarakat. Apalagi kekuatan kita sekrang JKN dan peningkatan SDM. Selain kompetensinya juga, jiwa untuk melayani itu benar benar muncul dari diri kita,” jelas Yulhaidir.

Wakil Bupati Beltim, Buhanudin (Aan) menyampaikan, rangkaian kegiatan ini sifatnya adalah mengadvokasi gerakan masyarakat hidup sehat. Rangkaian kegiatan hari ini bermacam-macam mulai dari senam bersama, cek kesehatan dan lomba mewarnai bagi anak-anak TK.

“Tujuan kegiatan ini adalah sebagai ajang bersama antara pemerintah, masyarakat dan keluarga besar Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk Dan Keluarga Berencana sebagai momentum arti penting perilaku dan lingkungan sehat, serta melakukan gerakan hidup sehat, baik di keluarga, tempat kerja, tempat-tempat umum dan fasilitas lain,”kata Aan.

Ia berpesan untuk menggalakan kembali paradigma hidup sehat dikalangan masyarakat. Menurutnya, paradigma sehat adalah, suatu pola pikir dimana masyarakat lebih mengedepankan pencegahan, jangan sampai jatuh sakit dulu.

“Satu diantaranya adalah melalui gerakan masyarakat hidup sehat. Jadi kita ingin masyarakat melakukan cek kesehatan secara dini, melakukan olahraga teratur dan makan sayur dan buah,” ujar Aan.

Dia juga mengatakan, pembangunan di sektor kesehatan harus bersinergi, untuk mewujudkan generasi sehat, Indonesia unggul, sesuai dengan tema yang diusung. “Termasuk bagaimana meningkatkan indeks pembangunan manusia, yang didalamnya terdapat pendidikan, kesehatan, dan ekonomi,” ujarnya.

Menurutnya, pemerintah daerah juga menekankan mengenai optimalisasi inovasi layanan kesehatan bagi masyarakat. Inovasi tersebut seperti penggunaan alat dan tindakan medis yang mahal dengan tindakan yang lebih efisien.

Contohnya seperti menyediaan obat dan menggunakan alat kesehatan produk lokal dalam negeri Namun, tetap menjaga dan tanpa mengurangi kualitas dan mutu pelayanan.

“Kami harap kita bisa kerjasama secara baik dalam melakukan upaya-upaya inovasi percepatan pembangunan kesehatan tanpa menyalahi aturan yang berlaku sesuai amanat presiden,” ujarnya.

Pemkab Beltim pun mengapresiasi tenaga kesehatan yang sudah mencapai prestasinya di tingkat Kabupaten Beltim sebagai kategori tenaga dokter gigi, tenaga perawat, tenaga bidan, tenaga kesehatan masyarakat, tenaga kefarmasian dan tenaga gizi.

Apresiasi juga terhadap pemenang pemanfaatan taman obat keluarga dan akupresur tingkat Kabupaten Beltim, Desa Cendil, Desa Limbongan dan Desa Padang. Apresiasi terhadap pemenang lomba sekolah sehat Tingkat Kabupaten Beltim mulai kategori TK, SD/MI, SMP/MTS DAN SMA/MA, dan apresiasi terhadap pemenang Lomba Desa Siaga Aktif yaitu Desa Lalang Jaya, Mentawak Dan Buding. (adv/q5)

Editor: nurhayati
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved