Advertorial

Literasi untuk Kesejahteraan

PROGRAM transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial merupakan upaya pemerintah dalam meningkatkan akses kepada masyarakat, agar mendapatkan info

ist/PROGRAM transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial merupakan upaya pemerintah dalam meningkatkan akses kepada masyarakat, agar mendapatkan informasi yang lebih luas, terutama di desa.
PROGRAM transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial merupakan upaya pemerintah dalam meningkatkan akses kepada masyarakat, agar mendapatkan informasi yang lebih luas, terutama di desa. 

Perpustakaan diharapkan menjadi pusat bagi masyarakat untuk berkegiatan dan terkoneksi satu dengan yang lain, sehingga terjadi proses belajar yang mendorong kesempatan untuk menciptakan inovasi dan kreativitas yang positif dan produktif di antara masyarakat itu sendiri.

Dalam program ini perpustakaan desa dibimbing agar perpustakaan mampu menjadi ruang berkegiatan bagi masyarakat. Melalui pendamping yang telah dilatih oleh Perpusnas RI, perpusdes dibimbing mulai dari mengonsep sebuah kegiatan hingga pelaporan secara online. Untuk itu, para pengelola perpustakaan desa dituntut harus kreatif, dan terbuka untuk menampung ide dan gagasan masyarakat.

Para pengelola perpustakaan desa secara tidak langsung akan menjadi fasilitator di desanya. Mereka harus mampu melayani dan memberikan bimbingan kepada pemustakanya untuk merealisasikan ide dan gagasan masyarakat, dalam upaya mengurangi kemiskinan akses informasi dan mendorong kreativitas warga yang akhirnya bermuara pada peningkatan kesejahteraan.

Pemerintah desa diharapkan keseriusannya dalam mengelola perpustakaannya, dengan menyediakan fasilitas pendukung serta pengelolaan yang memadai. Dinas Perpustakaan Kabupaten Belitung Timur akan terus mendorong para pengelola perpustakaan desa untuk mampu mengembangkan perpustakaan desanya masing-masing, karena bagaimanapun desa itulah yang harus maju untuk menyokong pembangunan di kabupaten.

Lemahnya kesadaran akan pentingnya peran perpustakaan dalam peningkatan SDM dan kesejateraan, membuat perpustakaan desa dipandang sebelah mata. Padahal dengan pengelolaan yang baik dan fasilitas yang memadai, bukan tidak mungkin desa-desa di Kabupaten Belitung Timur mampu menunjukan dirinya di level nasional.

“Desa ini kita latih supaya perpustakaannya itu dapat dimanfaatkan masyarakat, dan itu tadi inklusi sosialnya itu bisa diterapkan masyarakat. Jadi supaya masyarakat bisa saling bertukar pikiran, dan mereka bisa menerima ilmu-ilmu yang bermanfaat,” kata Kepala Bidang Perpustakaan Dinas Perpustakaan Kabupaten Belitung Timur Sony Aprianto.

“Kami sangat mendukung keberlanjutan transformasi perpustakaan, baik perpustakaan daerah maupun perpustakaan desa. Terutama penganggaran penguatan SDM aparat pengelola perpustakaan serta peningkatan sarana dan prasarana,” tambahnya.

Sony mengatakan, perpustakaan sangat penting dan strategis di dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Selain berfungsi sebagai pusat ilmu pengetahuan, perpustakaan juga menjadi wadah untuk menemukan solusi dari permasalahan kehidupan masyarakat.

Sony mengimbau agar desa penerima manfaat bisa menyisihkan anggaran desanya untuk pengembangan perpustakaan daerah.

Program transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial ini digelar atas kerja sama dengan Perpustakaan Nasional RI dan Dinas Perpustakaan Kabupaten Belitung Timur. Kerja sama ini dilaksanakan sejak 2018 lalu, yang telah melalui beberapa tahapan sejak 2018. Dia juga mengatakan, program perpusnas ini diperluas hingga ke desa-desa.

Halaman
123
Penulis: Iklan Bangkapos
Editor: nurhayati
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved