Advertorial

Desa Simpang Pesak Pionir Program Cafe Sehat

DUA desa di Kecamatan Simpang Pesak kini memiliki program Cafe Sehat guna menanggulangi masalah stunting dan kurang gizi

Desa Simpang Pesak Pionir Program Cafe Sehat
ist/Dinkes Beltim
DUA desa di Kecamatan Simpang Pesak kini memiliki program Cafe Sehat guna menanggulangi masalah stunting dan kurang gizi 

BANGKAPOS.COM--DUA desa di Kecamatan Simpang Pesak kini memiliki program Cafe Sehat guna menanggulangi masalah stunting dan kurang gizi. Dua desa itu yakni, Desa Simpang Pasak dan Desa Tanjung Batu Itam. Inovasi Cafe Sehat merupakan inisiasi desa yang bekerja sama dengan Puskesmas Simpang Pesak.

Peluncuran (launching) Cafe Sehat di Simpang Pesak diadakan 12 November 2019 lalu, sedangkan di Desa Tanjung Batu Itam pada 19 November 2019 lalu.

Ketua Cafe Sehat Desa Simpang Pesak Eva Armi mengemukakan, Cafe Sehat sudah dianggarkan melalui dana desa dalam Anggaran Pendapatan Belanja Desa (APBDes). Sasaran Cafe Sehat adalah balita dan baduta yang terkena stunting dan gizi kurang.

“Adanya program ini, dari sebagian dana desa yang memang ada 10 persennya untuk bidang pemberdayaan masyarakat di bidang kesehatan. Jadi kami sudah masukkan anggaran untuk uji coba program Cafe Sehat ini,” kata Eva yang juga menjabat sebagai Sekdes Simpang Pesak ini.

Pemerintah Desa Simpang Pesak berharap bisa menumbuhkan penanganan stunting, mulai dari ibu hamil, 1.000 hari kehidupan, sampai anak tersebut tumbuh menjadi balita sehat.

“Kami bekerja sama dengan puskesmas dan kader posyandu, turun langsung ke lapangan untuk mendata anak-anak yang terkena gizi kurang dan gizi buruk ini. Jadi tidak hanya pendataan, namun sudah melalui proses pemeriksaan tenaga kesehatan,” jelasnya

Hingga saat ini ada 10 anak yang masuk dalam program Cafe Sehat, yang terdiri dari baduta dan balita. Eva berharap program ini akan berkelanjutan di tahun berikutnya, sesuai dengan Bursa Inovasi Desa (BID) Simpang Pesak untuk tahun anggaran 2020. Yakni Pemdes Simpang Pesak akan meningkatkan sumber daya manusia dengan program penanganan stunting, ibu hamil dan program pelestari pemuda.

Kepala Puskesmas Simpang Pesak dr Ruli Surya Darma sangat mengapresiasi keterlibatan lintas sektor, dalam hal ini pemerintah desa. Memang pada tahun ini, pihaknya melihat dari kasus di Kecamatan Simpang Pesak, ada kasus stunting dan gizi kurang. Sebenarnya bukan di Kecamatan Simpang Pesak saja, namun juga ada di kecamatan lain.

“Cuma kami tidak mau menunggu-nunggu, harus segera ditindaklanjuti,” kata Ruli.

Jadi hasil pertemuan lintas sektor, pihak puskesmas dengan kecamatan serta melibatkan pemerintah desa yang ada di wilayah Kecamatan Simpang Pesak, membuat suatu inovasi sesuai dengan Permendes Nomor 16 tahun 2018, tentang Prioritas Dana Desa Tahun 2019. Di salah satu pasalnya berbunyi, untuk meningkatkan status gizi serta pencegahan stunting, salah satunya dengan kegiatan pemberian makan tambahan,

Halaman
1234
Penulis: Iklan Bangkapos
Editor: khamelia
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved