Berita Belitung

Pembuatan Pupuk Kompos Cukup Memakan Waktu, Hasilnya Bisa Dijual atau Dibagikan

Sampah - sampah organik dari rumah tangga, terlebih dahulu dimasukan ke mesin pencacah sampah.

Pembuatan Pupuk Kompos Cukup Memakan Waktu, Hasilnya Bisa Dijual atau Dibagikan
posbelitung.co/Disa Aryandi
DLH Kabupaten Belitung, sabtu (30/11) berikan pembinaan pengelolaan sampah organik kepada warga di Desa Aik Pelempang Jaya. 

POSBELITUNG.CO, BELITUNG - Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Belitung Edi Usdianto (Edu) mengatakan, untuk pembuatan pupuk kompos yang diterapkan kepada warga Desa Aik Pelempang Jaya, Kecamatan Tanjungpandan memang memiliki waktu yang cukup panjang agar mendapatkan hasil terbaik.

Sampah - sampah organik dari rumah tangga, terlebih dahulu dimasukan ke mesin pencacah sampah. Mesin tersebut sekarang ini sudah dimiliki oleh Desa Aik Pelempang Jaya.

"Setelah di cacah sampah rumah tangga itu, terus di masukan ke dalam drum plastik. Kemudian ditaburi dengan gula aren, dan ditutup rapat bagian atas drum, selanjutnya didiamkan selama 40 hari," ungkap Edu kepada posbelitung.co, sabtu (30/11/2019).

Pupuk tersebut nantinya, akan menghasilkan kompos cair dan padat. Namun hasil dari pupuk tersebut, sepenuhnya menjadi milik pengelola sampah di Desa setempat.

"Apakah mereka mau menjual pupuk itu nanti, atau mau dibagikan kepada warga di Desa tersebut untuk pupuk tanaman dan sayur - sayuran, bisa juga, terserah dari pengurus Bank Sampah tersebut," bebernya.

DLH Kabupaten Belitung, sabtu (30/11) berikan pembinaan pengelolaan sampah organik kepada warga di Desa Aik Pelempang Jaya.
DLH Kabupaten Belitung, sabtu (30/11) berikan pembinaan pengelolaan sampah organik kepada warga di Desa Aik Pelempang Jaya. (posbelitung.co/Disa Aryandi)

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Belitung, Sabtu (30/11/2019) memberikan pembinaan kepada warga Desa Pelempang Jaya, Kecamatan Tanjungpandan, Kabupaten Belitung untuk membuat pupuk kompos.

Pembuatan pupuk kompos dilakukan di kantor Desa Aik Pelempang Jaya. Terdapat belasan orang warga setempat mengikuti kegiatan yang baru kali pertama dilakukan ini.

"Ini semua memanfaatkan sampah organik. Sisa sayur - sayuran, buah - buahan dan daun - daunan sebagai bahan utama pembuatan pupuk organik tersebut," ungkap Kepala DLH Kabupaten Belitung Edi Usdianto (Edu) kepada posbelitung.co, sabtu (30/11/2019).

Kata Edu, pembinaan untuk pembuatan pupuk kompos ini, sebagai bentuk edukasi kepada masyarakat, agar memanfaatkan barang sisa menjadi barang yang bermanfaat.

"Agar sampah - sampah rumah tangga, bisa di manfaatkan sebaik mungkin di tingkatan Desa dan tidak terjadi penumpukan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA)," ucapnya.

(Posbelitung.co/Disa Aryandi)

Penulis: Disa Aryandi
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved