Berita Belitung

Angka Ekspor Kaolin Di Belitung Melonjak, 20 Kapal Lakukan Ekspor ke Malaysia

PT Pelindo II Cabang Tanjungpandan mencatat traffict ekspor kaolin sepanjang 2019 mengalami kenaikan.

Angka Ekspor Kaolin Di Belitung Melonjak, 20 Kapal Lakukan Ekspor ke Malaysia
Dok/ PT Pelindo II Cabang Tanjungpandan
Kegiatan ship to ship ekspor kaolin di perairan Belitung menuju luar negeri. 

Angka Ekspor Kaolin Di Belitung Melonjak, 20 Kapal Lakukan Ekspor ke Malaysia

POSBELITUNG.CO,BELITUNG-- PT Pelindo II Cabang Tanjungpandan mencatat traffict ekspor kaolin sepanjang 2019 mengalami kenaikan.

Tercatat 20 kapal dengan total kapasitas 18.819 grosston (GT) melakukan ekspor kaolin tujuan Malaysia dengan jumlah 15.700 ton.

Namun terdapat dua kapal berbendera asing yang melakukan ekspor kaolin dengan sistem ship to ship ke Cina berjumlah 19.108 ton.

Sehingga jika ditotal secara keseluruhan jumlah ekspor kaolin 34.808 ton.

"Jadi kalau ditotal jumlah kapal ekspor ada 22 kapal dengan rincian 20 tambat langsung dan dua kapalnya ship to ship. Tapi yang tercatat di Pelindo yang terhitung hanya kapal yang benderanya asing, karena kalau hanya labuh yang mencatat itu KSOP," ujar General Manajer PT Pelindo II Cabang Tanjungpandan Yossianis Marciano kepada posbelitung.co, Senin (2/12/2019).

Ia menjelaskan jika dilihat dari target anggaran 2019, jumlah ekspor sudah melampaui target.

GM PT Pelindo II Cabang Tanjungpandan Yossianis Marciano
GM PT Pelindo II Cabang Tanjungpandan Yossianis Marciano (Posbelitung.co/Dede Suhendar)

Berdasarkan rencana kerja pemerintah (RKP) 2019, untuk traffict kapal ekspor berjumlah 13.000 GT sedangkan realisasinya sudah mencapai 18.819 GT.

Akan tetapi, kondisi tersebut justru berbanding terbalik dengan traffict domestik khususnya kapal peti kemas maupun non peti kemas.

Menurut Yossi, hingga Oktober 2019 traffict kapal domestik yang mengangkut peti kemas hanya berjumlah 10.000 teus.

Padahal angka target dari RKP tahun 2019 berjumlah 18.000 teus.

"Iya untuk traffict kapal domestik kita itu turin drastis sekali dibanding tahun sebelumnya," ungkapnya.

Yossi menilai kondisi tersebut dikarenakan menurunnya faktor ekonomi di Belitung yang berdampak pada sektor pariwisata dan industri seperti perhotelan, restoran dan lainnya.

Hal ini mengakibatkan menurunnya suplai bahan pokok, makanan dan lainnya dari luar pulau. (Posbelitung.co/Dede Suhendar)

Penulis: Dede Suhendar
Editor: nurhayati
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved