Berita Belitung

Komite Akreditasi Rumah Sakit Lakukan Penilaian Akreditasi RSUD Marsidi Judono

Empat surveior dari Komite Akreditasi Rumah Sakit (KARS) mulai melakukan penilaian pada RSUD Marsidi Judono Tanjungpandan.

Komite Akreditasi Rumah Sakit Lakukan Penilaian Akreditasi RSUD Marsidi Judono
Posbelitung/Dede Suhendar
Bupati Belitung Sahani Saleh didampingi Direktur RSUD Marsidi Judono Hendra berfoto bersama para surveior KARS, Senin (2/12/2019). 

POSBELITUNG.CO,BELITUNG-- Empat surveior dari Komite Akreditasi Rumah Sakit (KARS) mulai melakukan penilaian pada RSUD Marsidi Judono Tanjungpandan.

Empat orang itu, dr Yunus Mahatma Sp PD, dr Moch Jasin MKes, Sri Chatin Budirahayu SKp dan dr Ronaldi E C Tumbel Sp THT-KL akan melakukan penilaian sekitar 14 hari ke depan.

Survei akreditasi paripurna dibuka oleh Bupati Belitung Sahani Saleh selaku pemilik RSUD.

"Dulu kami pernah akreditasi tapi cuman empat bab yang perdana program khusus. Kalau ini program paripurna Standar Nasional Akreditasi Rumah Sakit (SNARS), jadi ada 16 bab yang dinilai," jelas Direktur RSUD Marsidi Judono dr Hendra SpAn kepada Posbelitung.co, Senin (2/12/2019).

Ia menjelaskan dari 16 bab yang dinilai meliputi beberapa kelompok standarisasi yang ditetapkan dalam SNARS.

Diantaranya standar pelayanan berfokus pasien meliputi akses ke rumah sakit dan kontinuitas pelayanan (ARK), hak pasien dan keluarga (HPK), asesment pasien (AP), pelayanan dan asuhan pasien (PAP), pelayanan anestesi dan bedah (PAB), pelayanan kefarmasian dan penggunaan obat (PKPO) serta manajemen komunikasi dan edukasi (MKE).

Selain itu, terdapat penilaian untuk standar manajemen rumah sakit meliputi peningkatan mutu dan keselamatan pasien (PMKP), pencegahan dan pengendalian infeksi (PPI), dan lainnya.

"Kami memang persiapannya tidak instan, sudah dari setahun lalu mulai dari pelatihan, workshop, pembenahan sarana prasarana, peningkatan SDM, membuat regulasi, kebijakan dan lainnya," ungkap Hendra.

Menurutnya, para surveior juga akan mengecek file dari 16 bab tersebut untuk memastikan apakah petugas RSUD sudah mengunggah dalam aplikasi Sistem Manajemen Dokumentasi Akreditasi (Sismadak).

Ia mengungkapkan jajarannya sudah mengupload 3.000 dokumen berupa file dalam aplikasi Sismadak tersebut.

Halaman
12
Penulis: Dede Suhendar
Editor: nurhayati
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved