Berita Belitung

Ini Empat Program Inovasi Imigrasi Kelas II TPI Tanjungpandan

Demi meningkatkan dan memudahkan layanan kepada masyarakat, Kantor Imigrasi Kelas II TPI Tanjungpandan telah melakukan berbagai inovasi.

Ini Empat Program Inovasi Imigrasi Kelas II TPI Tanjungpandan
(posbelitung.co/dede s)
Suasana konfrensi pers capaian kinerja Kantor Kelas II TPI Imigrasi Tanjungpandan, Selasa (3/12/2019) 

POSBELITUNG.CO -- Demi meningkatkan dan memudahkan layanan kepada masyarakat, Kantor Imigrasi Kelas II TPI Tanjungpandan telah melakukan berbagai inovasi.

Diantaranya Sistem Informasi Pelacakan Permohonan Paspor (SIMPOR), Layanan Satu Kamar Penggantian Pasppr Hilang, Rusak Terduplikasi Terintegrasi (Laskar Pelangi), Kertas Terjemahan Untuk Orang Asing (Keramunting) dan Bujang Dayang.

"Inovasi-inovasi ini kami lakukan sebagai upaya untuk meraih predikat WBK WBBM dari Kemenpan RB. Tahun ini kami sudah diusulkan, beberapa waktu lalu Tim Evaluator Kemenpan RB Muhammad Yusuf Ateh dan Wakajagung Arminsyah sempat meninjau progres ini ke kantor kami," ujar Kepala Imigrasi Kelas II TPI Tanjungpandan Dewanto Wisnu Raharjo kepada posbelitung.co, Selasa (2/12/2019).

Ia menjelaskan untuk inovasi Simpor yang diambil dari nama daun lokal di Belitung itu bermanfaat bagi pemohon paspor mengecek progres penerbitan paspor mereka.

Sehingga para pemohon mengetahui tanggal penerbitan untuk mengambil paspor tersebut.

"Bagi pemohon yang jauh seperti dari Beltim mereka bisa cek dulu, sudah terbit apa belum paspornya. Jadi mereka tidak bolak-balik ke kantor kami," ungkap Wisnu.

Sedangkan untuk inovasi Laskar Pelangi ditujukan kepada pemohon yang ingin mengganti paspor rusak, hilang terduplikasi.

Layanan ini dibuat dalam satu ruangan sehingga tidak merepotkan pemohon.

"Satu kamar itu maksudnya satu ruangan khusus. Jadi pemohon tidak perlu ke ruangan ini, itu cukup satu saja masalah mereka selesai," katanya.

Lalu, Keremunting yang merupakan nama buah hutan Belitung itu ditujukan kepada pemohon warga negara asing yang mengurus izin tinggal saat pengambilan data biomterik.

Kantor Imigrasi Kelas II TPI Tanjungpandan telah mencetak lembaran dengan tiga bahasa yaitu Inggris, Mandarin dan Arab untuk memudahkan dalam berkomunikasi.

"Jadi kami sudah cetak lembaran seperti kalender, menggunakan tiga bahasa. Sehingga pemohon WNA ini tidak bingung lagi," katanya.

Terakhir, Bujang Dayang merupakan petugas yang menjadi duta informasi di bagian pelayanan yang siap memberikan informasi maupun membantu pemohon dalam mengisi lembar permohonan.

(posbelitung.co/dede s)

Penulis: Dede Suhendar
Editor: khamelia
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved