Banjir Belitung

Banjir Kampung Amau Belitung, Warga Keluhkan Ketinggian Air dan Mengaku Takut Masuk Rumah

Air menggenangi rumah warga di Kampung Amau ini, mulai tinggi dari pukul 07.30 WIB dan bergerak cepat merendam ratusan rumah warga.

Penulis: Disa Aryandi | Editor: Ardhina Trisila Sakti
posbelitung/Disa Aryandi
Kondisi Kampung Amau, Kelurahan Parit, Tanjungpandan, Belitung, Jumat (6/12/2019). 

Selain itu DLH Kabupaten Belitung akan tetap melakukan kontrol titik rawan area terjadi penumpukan sampah dari hulu ke hilir.

"Ya mudah-mudahan dengan cara ini, bisa teratasi nanti. Kami juga mengajak pihak lurah dan warga setempat untuk melakukan gotong royong untuk membersihkan kampung Amau ini," jelasnya.

2020, Rencana Pengerukan Aliran Sungai Kampung Amau

Pemerintah Kabupaten Belitung sudah merencanakan untuk melakukan pengerukan terhadap aliran Sungai Kampung Amau, Kelurahan Kampung Damai dan Kelurahan Parit, Kecamatan Tanjungpandan, Kabupaten Belitung Selasa, (3/12/2019).

Pengerukan direncanakan dilakukan pada tahun 2020 mendatang. Konsultan program kota tanpa kumuh (kotaku) sudah melakukan sosialisasi untuk pengerukan alur sungai tersebut dari hulu hingga hilir (sungai siburik).

"Kemarin mereka sudah menganalisa dan akan ada pengerukan tahun depan. Sosialisasi sudah, dan masyarakat sudah mempersilahkan untuk menggunakan halaman rumah mereka untuk penempatan tanah kerukan tadi," ungkap Bupati Belitung H Sahani Saleh (Sanem) kepada posbelitung.co, selasa (3/12/2019).

Tumpukan sampah yang ditemukan oleh Bupati Belitung H Sahani Saleh (Sanem), senin (2/12/2019) di bantalan sungai Kampung Amau.
Tumpukan sampah yang ditemukan oleh Bupati Belitung H Sahani Saleh (Sanem), senin (2/12/2019) di bantalan sungai Kampung Amau. (Pos Belitung/Disa Aryandi)

Pengerukan tanah di aliran sungai tersebut, kata dia, diperkirakan hanya 50 sentimeter, mengingat pondasi pada bagian dinding sungai tidak terlalu dalam. Apabila dikeruk aliran sungai tersebut hingga melewati kedalaman tertentu, maka akan membuat pondasi roboh.

"Karena waktu pembuatan dulu, pondasinya tidak terlalu dalam. Kalau didalamkan lagi nanti bisa roboh. Kemarin untuk urukan itu sudah oke, tapi tidak bisa cepat, karena birokrasi tadi," ujarnya.

Rencana untuk pekerjaan pengerukan alur sungai tersebut dilakukan secara manual.

"Tapi karena baru selesai dilakukan sosialisasi, maka akan dikerjakan ke depan 2020," bebernya.

(Posbelitung/Disa Aryandi)

Sumber: Pos Belitung
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved