Breaking News:

Hubungan Asmara Wanita Pemijat ini Berakhir Tragis, Dibunuh Tukang Jagal yang Jadi Selingkuhannya

Viral Asmara Wanita Pemijat Berakhir Tragis, Dibunuh Tukang Jagal yang Sudah Jadi Selingkuhannya

ndtv.com
Ilustrasi korban pembunuhan 

Mochammad Yakin, Ketua RT 005 di wilayah kos milik Muhadi (85) mengaku pernah meminta identitas penyewa kos.

Oleh pemilik kos dan anaknya, Yakin diminta langsung menghubungi penyewa kos.

Selamat, Zozibini Tunzi dari Afrika Selatan Jawara Miss Universe 2019, Indonesia 10 Besar?

ILUSTRASI E-KTP
ILUSTRASI E-KTP (istimewa)

Namun karena ada beberapa kendala, ia lalai untuk meminta identitas warga kos hingga terjadi peristiwa penemuan mayat di dalam kamar kos.

"Pernah meminta kepada pemilik langsung maupun putranya, tapi jawabannya monggo kalau mau minta, silahkan minta sendiri kepada penyewa kos dan warga kos di sini juga tidak terlalu welcome," ujar Ketua RT 005 Mochammad Yakin, saat ditemui di lokasi, Senin (2/12/2019).

Sementara itu Christina Triandajani Lurah Sidomoro mengatakan keteledoran pemilik kos dan ketua RT setempat cukup fatal.

Karena hal tersebut, bisa saja berdampak lebih luas seandainya terjadi kasus yang lebih besar.

"Kebetulan ini diidentifikasi pembunuhan. Seandainya itu nanti teroris, itu kan malah makin luas. Itu yang perlu ditekankan, sebab juga pernah kejadian pembuangan bayi di sini," kata Christina.

7 Daftar Artis Cantik ini Memiliki Mertua Konglomerat, Syahrini Sejajar Mayangsari, Nia Ramadhani?

Ia berencana akan menertibkan para pemilik kos dan Ketua RT yang ada di wilahnya agar tertib secara admininstrasi.

"Ini peringatan bagi RT. Tidak hanya RT, sebenarnya juga masing-masing pemilik tempat kos. Kan mereka harus tahu identitas penyewa, tidak hanya sekedar uang yang diterima, tapi juga untuk keamanan dalam artian untuk warga sekitar," katanya.

Awan, anak pemilik kos mengaku sudah sejak lama meminta pada ayahnya untuk tidak lagi menyewakan kamar kos.

Namun permintaan tersebut ditolak karena ayahnya ingin berniat membantu orang lain.

"Saya sendiri memang tidak tinggal di sini, saya sudah rumah (tinggal) sendiri. Sejak lama ayah sudah kami minta untuk tidak lagi menerima orang yang ingin kos, tapi ayah tidak mau. Ayah ingin tetap buka kos, karena ingin membantu sesama," ucap Awan.

"Mungkin ini pembelajaran buat kami juga, dan ke depan kami akan lebih mendorong supaya ayah menutup saja, tidak lagi dikoskan, biar ayah fokus di kegiatan sosial lainnya saja," pungkas Awan.

(*/Hamzah Arfah)

Sebagian artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Asmara 7 Tahun Berujung Pembunuhan, Mayat Tukang Pijat Membusuk 5 Bulan di Kamar Kos", dan juga telah tayang di Tribunstyle.com dengan judul Viral Asmara Wanita Pemijat Berakhir Tragis, Dibunuh Tukang Jagal yang Sudah Jadi Selingkuhannya

Bayi Ini Dulu Ditelantarkan di Bawah Jembatan, Sekarang Jadi Anak Pejabat Negeri, Begini Kisahnya

Kekayaan Mahfud MD Bertambah Rp 10 Miliar dalam 6 Tahun, Kini Punya Rp 25,8 Miliar, Ini Rinciannya

Intip Kasur Irish Bella Beli Seharga Rp 350 Juta, Sempat Berdebat, Reaksi Ammar Zoni Jadi Sorotan

Pria Ini Dikirimi Tautan Video Mesum oleh Sepupunya, Terkejut saat Tahu Siapa Pemeran Wanitanya

Vanessa Angel Pakai Tank Top Biru, Lalu Joget Lagu Terdiam Sepi: Lumayan Bikin Keringatan

15 Arti Mimpi Buruk yang Terjadi di Dalam Tidurmu - Waspadai Mimpi Dikejar Orang Jahat atau Dikurung

15 Orang Terkaya di Indonesia Versi Forbes 2019, Kawan Lama Hingga BCA, Bandingkan 2015-2018

Sumber: TribunStyle.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved