Breaking News:

Berita Belitung

Pantai Tanjung Kelayang Disepakati Jadi Titik Pantau Gerhana Matahari Cincin

Pemerintah Kabupaten Belitung, kamis (19/12/2019) melakukan rapat persiapan pengamatan Gerhana Matahari Cincin (GMC)

NASA
Gerhana Matahari cincin. 

POSBELITUNG.CO, BELITUNG-- Pemerintah Kabupaten Belitung, Kamis (19/12/2019) melakukan rapat persiapan pengamatan Gerhana Matahari Cincin (GMC). Hasil rapat tersebut, titik fokus untuk pengamatan GMC, terletak di Pantai Tanjung Kelayang, Kecamatan Sijuk, Kabupaten Belitung.

GMC tersebut, akan terlihat atau berlangsung di Kabupaten Belitung pada tanggal 26 Desember 2019 mendatang. Durasi GMC itu akan muncul pada pukul 10.41 WIB dan berakhir 14.27 WIB. Sedangkan puncak dari GMC ini, pukul 12.38 WIB.

"Tadi kami sudah selesai rapat nya dan untuk GMC ini, sudah di sepakati titik fokus pemantauan nya di Pantai Tanjung Kelayang," kata Asisten I Bidang Pemerintah Sekretariat Daerah (Setda) Pemerintah Kabupaten Belitung Mirang Uganda kepada Posbelitung.co, Kamis (18/12/2019).

Pemantauan GMC itu, kata Mirang, terbuka secara umum, dan Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Belitung dalam perihal ini menggandeng secara langsung (Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika) Pusat.

"Jadi nanti pemantauan nya bersama-sama dengan masyarakat di Pondopo Tanjung Kelayang. Yang menyediakan alat nya, BMKG semua nanti," jelas Mirang.

Menurutnya, sebelum melakukan pemantauan GMC tersebut, terlebih dahulu petugas BMKG akan melakukan persentasi tentang GMC tersebut.

"Termasuk, selama fenomena alam itu terjadi nanti, petugas BMKG akan memberikan penjelasan. Dari mulai, bagaimana dia bergeser hingga habis fenomena tersebut," kata dia.

Fenomena GMC Dikemas Sebagai Wisata Edukasi, Pemkab Belitung Kerahkan Pelajar Hingga Mahasiswa

Pantai Tanjung Kelayang, Kecamatan Sijuk, Belitung
Pantai Tanjung Kelayang, Kecamatan Sijuk, Belitung (Bangkapos.com/Resha Juhari)

* Durasi 3 Jam 45 Menit

Gerhana matahari cincin terjadi ketika matahari, bulan, dan bumi tepat segaris dan saat itu piringan bulan yang teramati dari bumi lebih kecil daripada piringan matahari. Akibatnya, saat puncak gerhana, matahari akan tampak seperti cincin yaitu gelap di tengahnya dan terang di pinggirnya.

Hal tersebut tertulis dalam rilis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang disampaikan melalui Kepala UPT BMKG Buluh Tumbang, Tanjungpandan, Carles Siregar.

Meskipun peristiwa GMC dapat diprediksi dengan baik, peristiwa tersebut tidak berulang di lokasi tersebut dengan siklus tertentu. Di Tanjungpandan, Belitung, GMC diprediksi akan mulai pukul 10.41 WIB dan puncaknya pada 12.38 WIB. Lalu berakhir pada 14.24 WIB.

"Jadi durasi gerhana 3 jam 45 menit," ujarnya.

Menurutnya, pada gerhana matahari cincin (GMC) 26 Desember mendatang, Indonesia menjadi wilayah yang dilewati jalur cincin. Di samping negara lainnya seperti Arab Saudi, Qatar, Uni Emirat Arab, Oman, India, Srilangka, Samudra Hindia, Singapura, Malaysia dan Samudra Pasifik. Saat itu juga akan terjadi gerhana matahari sebagian di sedikit Afrika bagian Timur, seluruh wilayah Asia, Samudra Hindia, Australia bagian utara, dan Samudra Pasifik.

Ia menyebut, GMC sebelumnya yang dapat diamati di Indonesia adalah GMC 22 Agustus 1998 yang jalur cincinnya melewati Sumatera bagian utara dan Kalimantan bagian utara. Kemudian GMC 26 Januari 2009 jalur cincinnya melewati Sumatera bagian Selatan dan Kalimantan. Sedangkan GMC yang akan datang yang dapat diamati di Indonesia adalah GMC 21 Mei 2031 yang jalur cincinnya melewati Kalimantan, Sulawesi dan Maluku. (Posbelitung.co/Disa Aryandi)

Penulis: Disa Aryandi
Editor: nurhayati
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved