Breaking News:

Kronologi Hukuman Maut Oknum Polisi, 2 Polisi Junior Disuruh Saling Pukul Hingga Bripda ini Tewas

Kronologi Hukuman Maut Oknum Polisi, 2 Polisi Junior Disuruh Saling Pukul Hingga Bripda ini Tewas

Editor: Asmadi Pandapotan Siregar
KOMPAS.COM
Ilustrasi tewas 

Sang ayah Sugiarto Hadji Ali melihat badan anaknya penuh memar saat memandikan jenazahnya.

Terutama di bagian dada putranya terlihat sangat biru.

“Kenapa dadanya begitu biru sementara bagian bawah (perut) merah biasa," imbuhnya.

Tak hanya di badan namun bagian kepala dan muka Derustianto juga terlihat memar.

Sugiarto kemudian mengatakan kalau anaknya sebelum meninggal sempat bercerita kepada kerabatnya bahwa ia sering dianiaya oleh para seniornya.

Dugaannya semakin kuat setelah ia dan pengacaranya yakni Rifki Mohi melakukan penelusuran dengan bertanya kepada rekan sekamar Derustianto.

Pelaku Penyiraman Novel Baswedan Polisi Aktif, Benarkah Berpangkat Brigadir? ini Jelasnya

Rekan-rekan tersebut kemudian membenarkan adanya tindak penganiayaan sebelum Derustianto meninggal dunia.

Penganiayaan ini dilakukan oleh teman seangkatannya atas perintah oknum seniornya di Barak.

"Mereka membenarkan bahwa adanya tindak pidana penganiaayan itu atas perintah oknum senior," imbuhnya.

"Kami punya bukti video pembicaraan kami dengan teman-teman almarhum yang saat itu mengaku sempat melihat proses penganiayayan itu," jelasnya.

Pihak keluarga pun terus menuntut pihak kepolisian untuk mengusut tuntas kasus penganiayaan yang menyebabkan Derustianto meninggal dunia.

Pada Jumat 6 Desember 2019, orang tua korban melaporkan kejadian tersebut ke Polda Gorontalo.

SBY Buka Suara Soal Masalah Jiwasraya, Rela Pemerintahannya Jadi Kambing Hitam Jika Hal ini Terjadi

Pada Selasa 10 Desember 2019, dimulailah penyidikan atas kasus itu.

AKBP Wahyu Tri Cahyono mengatakan, kematian Bripda Derustianto sebelumnya menjadi teka teki.

Ia dikabarkan meninggal karena menderita sakit panas.

Tanpa melakukan autopsi lebih awal, keluarga korban langsung memakamkannya.

Lalu orang tua korban merasa ada kejanggalan terhadap kematiannya.

Hingga keluarga meminta agar dilakukan pembongkaran makam Bripda Derustianto untuk diautopsi.

Polisi Tangkap Penyerang Novel Baswedan Ternyata Setelah Periksa 73 Saksi

Setelah diperiksa, hasil membuktikan bahwa Bripda Derustianto menjadi korban penganiayaan.

"Dari hasil gelar perkara adanya dugaan penganiayaan yang menyebabkan korban meninggal dunia.

Hasil gelar perkara tersebut disimpulkan adanya kesesuaian antara keterangan saksi, hasil visum et repertum dan hasil autopsi tentang adanya dugaan kekerasan,” kata AKBP Wahyu.

(*)

Artikel ini telah tayang di surya.co.id dengan judul Kronologi Bripda Derustianto Tewas Setelah Dihukum Saling Pukul dengan Temannya oleh Senior dan juga telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Hukuman Maut Oknum Polisi, 2 Polisi Junior Disuruh Saling Pukul Hingga Bripda Derustianto Tewas

Pelaku Penyerang Novel Baswedan Akhirnya Ditangkap, Diduga Dua Anggota Polri Aktif Inisial RM dan RB

Atta Ngadu ke Anang Setelah Dipeluk Mesra Aurel saat Naik Wahana Ini di Dufan: Aku Dicakar-cakar

Ketum PBNU Said Aqil Kritik Pemerintahan Jokowi, Sebut Negara Dikuasai Orang-orang Punya Duit

Sosok Pemilik Lamborghini yang Todong Pistol ke Pelajar Ternyata Dikenal Kaya Raya, Apa Profesinya?

Awalnya dari Mimpi Ibu yang Anaknya Hilang 10 Tahun Lalu, Kerangka Manusia Ditemukan di Septic Tank

Ketika Dodit Mulyanto Lamar Kekasih di Warung Bakso Gerobak Pakai Cincin Berlian, ini Videonya

Nasib Bunga Sangat Tragis Setelah Bocah SMP Ini Ajak Pacarnya ke Hotel, Dicekok Miras dan Digilir

Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved