Breaking News:

Kisah Pilu Soekarno di Akhir Kekausaannya, Kelaparan Minta Nasi Kecap, Begini Jawaban Ketus Pelayan

Kisah Pilu Soekarno di Akhir Kekausaannya, Kelaparan Minta Nasi Kecap, Begini Jawaban Ketus Pelayan

Arsip Negara
Nasib Presiden Indonesia Ke-1, Soekarno di akhir kekuasaannya 

Kisah Pilu Soekarno di Akhir Kekausaannya, Kelaparan Minta Nasi Kecap, Begini Jawaban Ketus Pelayan

POSBELITUNG.CO -- Kisah ini dicuplik dari buku berjudul "Maulwi Saelan, Penjaga Terakhir Soekarno" terbitan Penerbit Buku Kompas 2014 dan ditulis oleh Asvi Warman Adam, Bonnie Triyana, Hendri F. Isnaeni, M.F. Mukti.

Pada suatu pagi di Istana Merdeka, Soekarno minta sarapan roti bakar seperti biasanya.

Langsung dijawab oleh pelayan, “Tidak ada roti.”

Soekarno menyahut, “Kalau tidak ada roti, saya minta pisang."

Dijawab, “Itu pun tidak ada.” Karena lapar, Soekarno meminta, “Nasi dengan kecap saja saya mau.”

Sambut Tahun Baru 2020, Ini 5 Resep Bakaran yang Pas Disajikan, dari Jagung Hingga Bakso Bakar

Foto Presiden Soekarno membacakan naskah proklamasi di Jalan Pegangsaan Timur No. 56, Cikini, Jakarta.
 
Foto Presiden Soekarno membacakan naskah proklamasi di Jalan Pegangsaan Timur No. 56, Cikini, Jakarta.

Lagi-lagi pelayan menjawab, “Nasinya tidak ada.”

Akhirnya, Soekarno berangkat ke Bogor untuk mendapatkan sarapan di sana.

Maulwi Saelan, mantan ajudan dan kepala protokol pengamanan presiden juga menceritakan penjelasan Soekarno bahwa dia tidak ingin melawan kesewenang-wenangan terhadap dirinya.

“Biarlah aku yang hancur asal bangsaku tetap bersatu,” kata Bung Karno.

Halaman
1234
Editor: Asmadi Pandapotan Siregar
Sumber: TribunStyle.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved