Penggunaan Lampu Rem Kelap-kelip Dilarang, Ternyata Ini Alasannya

Para pakar keselamatan berkendara menjelaskan, bahaya yang dapat ditimbulkan dari lampu rem kelap-kelip.

Penggunaan Lampu Rem Kelap-kelip Dilarang, Ternyata Ini Alasannya
Kompas Otomotif/Agung Kurniawan
Ilustrasi lampu rem mobil Desain lampu belakang lebih bergaya.(Agung kurniawan) 

POSBELITUNG.CO - Penggunaan lampu rem kelap-kelip masih sering ditemukan di jalan raya, disaat pengendara kendaraan yang berada di depan melakukan pengereman.

Padahal penggunaan lampu rem kelap-kelip atau berkedip dilarang oleh pemerintah dan sudah dituliskan di dalam Undang-Undang.

Sehingga, para produsen mobil juga tak ada yang mengaplikasikan lampu rem model tersebut pada produk yang dipasarkan.

Aturannya tertuang dalam Undang-Undang Nomor 55 Tahun 2012 tentang Kendaraan, tepatnya pada Pasal 106.

Sementara, sanksinya juga sudah ditentukan dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan ( UU LLAJ), Pasal 285 ayat (1) dan ayat (2).

Namun, tidak dijelaskan mengapa penggunaan lampu rem kelap-kelip dilarang.

Para pakar keselamatan berkendara menjelaskan, bahaya yang dapat ditimbulkan dari lampu rem kelap-kelip.

Sony Susmana, Director Training Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI), mengatakan, tidak perlu menggunakan lampu tambahan.

Sebab, tiap pabrikan sudah mendesain lampu rem sesuai dengan regulasi, bahwa lampu standar yang paling aman.

"Berpikir bahwa lampu rem kelap-kelip membuat pengemudi lain lebih waspada adalah salah besar. Justru pengemudi yang ada di belakang akan blind sesaat, bahkan berulang-ulang akibat lampu tersebut," ujar Sony, ketika dihubungi Kompas.com, belum lama ini.

Halaman
12
Editor: rusmiadi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved