Breaking News:

Peringatan Dini Cuaca Ekstrem Berpotensi Bencana Alam, Bangka Belitung Hujan Petir Selama 3 Hari

Cuaca ekstrem berpotensi bencana alam bakal terjadi diperkirakan pada tanggal 10-15 Februari mendatang. Wilayah Bangka Belitung menjadi bagian

Penulis: Rusmiadi
Editor: Rusmiadi
TWITTER/@infoBMKG
Tangkapan layar citra satelit BMKG terkait peringatan dini cuaca wilayah Bangka Belitung 

Cuaca ekstrem berpotensi bencana alam bakal terjadi diperkirakan pada tanggal 10-15 Februari mendatang

POSBELITUNG.CO - Stasiun Meteorologi Pangkalpinang mengumumkan peringatan dini, potensi cuaca ekstrem yang akan terjadi di wilayah Bangka Belitung.

Cuaca ektrem diperkirakan akan terjadi selama tiga hari mulai hari Jumat (3/1/2020) hingga Minggu (5/1/2020), seperti dikutip dari postingan akun Facebook Stasiun Meteorologi Pangkalpinang, Jumat (3/1/2020) 

Cuaca Ekstrem 10-15 Januari, BPPT Lakukan Penurunan Hujan di Selat Sunda atau Lampung

Jumat (3/1/2020), potensi hujan sedagn hingga lebat disertai petir pada siang hari di wilayah Kabupaten Bangka Tengah, Bangka Selatan dan Bangka Barat

Sabtu (4/1/2020), potensi hujan sedang hingga lebat disertai petir di wilayah Kabupaten Bangka, Bangka Tengah, Bangka Selatan dan pada dini hari di wilayah Bangka Barat, Belitung dan Belitung Timur.

Minggu (5/1/2020) potensi hujan sedang hingga lebat disertai petir pada pagi hari di wilayah Bangka Barat, Bangka Tengah, Belitung, Belitung Timur dan siang hari di Bangka Selatan

Bakal Terjadi Cold Surge, Kepala BMKG Minta Waspadai Fenomena Udara Dingin dari Laut Cina Selatan

Potensi Bencana Alam

Prediski cuaca ekstrem di wilayah Indonesia yang berpotensi menimbulkan bencana alam akan terjadi dalam perkiraan dua minggu kedepan. Sehingga patut diwaspadai.

Hal ini dikatakan Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Dwikorita Karnawati dalam Rapat Koordinasi Penanganan Dampak Banjir Jabodetabek di Gedung Graha BNPB, Jakarta Timur, Kamis (2/1/2020).

Ia menjelaskan perubahan kondisi cuaca yang menyebabkan potensi cuaca ekstrem disebabkan aliran udara basah dari Timur Afrika, diperkirakan menuju wilayah Indonesia dan dapat mengakibatkan potensi hujan ekstrem pada 10-15 Januari.

Selanjutnya, pergerakan aliran udara basah juga masih akan berlanjut pada Januari akhir hingga pertengahan Februari 2020.

"Aliran udara basah masuk ke Indonesia diperkirakan pada tanggal 10-15 Februari 2020 dan siklus berulang pada akhir Januari hingga pertengahan Februari 2020," ungkap Dwikorita dalam siaran resmi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang diterima, Kamis (2/1/2019).

Sejumlah wilayah di Indonesia yang diprediksi akan terdampak hujan dengan intensitas tinggi hingga ekstrem tersebut menurut pradiksi BMKG meliputi Sumatera bagian tengah, Jawa, Kalimantan bagian selatan, Sulawesi bagian selatan hingga tenggara.

Oleh karena itu, katanya, masyarakat diminta untuk mempersiapkan segala sesuatu sebagai antisipasi kemungkinan bencana yang dapat berpotensi terjadi.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved