Breaking News:

Berita Belitung

Inovatif, Bukit Peramun Akan Luncurkan Aplikasi, Bangun Interaksi Alam dan Manusia melalui Teknologi

Nantinya pengunjung yang datang dan mengunduh aplikasi tersebut bisa melihat virtual guide.

Posbelitung.co/Adelina Nurmalitasari
Pengunjung saat memotret di spot Batu Kembar yang ada di Bukit Peramun, Desa Air Selumar, Kecamatan Sijuk, Sabtu (4/1/2020). 

POSBELITUNG.CO, BELITUNG - Pengelola destinasi pemenang Indonesia Sustainable Tourism Award (ISTA) 2019 yakni Bukit Peramun terus berinovasi.

Sebentar lagi pengelola akan meluncurkan aplikasi bagi ponsel pintar.

Aplikasi ini memungkinkan pengunjungnya berinteraksi dengan alam.

Nantinya pengunjung yang datang dan mengunduh aplikasi tersebut bisa melihat virtual guide.

Aplikasi tersebut juga akan memuat pengenalan pohon, peta navigasi, serta kebun binatang virtual mini atau mini zoo virtual.

"Peluncurannya rencana akan kami lakukan Februari mendatang," ujar Ketua Hkm Arsel Community Adong, Senin (6/1/2020).

Ditambah lagi destinasi di Desa Air Selumar, Kecamatan Sijuk tersebut juga sudah mendapatkan pasokan listrik beberapa pekan terakhir melalui program Dinas Kehutanan Provinsi Bangka Belitung.

Menurut Adong, listrik memang sudah bertahun-tahun diupayakan, karena destinasi tersebut ingin dikembangkan dalam upaya membangun interaksi alam dan manusia melalui teknologi.

Listrik sangat diperlukan agar ada hotspot area agar bisa digunakan pengunjung dalam mengakses aplikasi Bukit Peramun nantinya.

"Sehingga semuanya terkoneksi, dan ada mapping projector karena mau gunakan hololens magic mirror itu," tambah dia.

Setelah meraih penghargaan dari Kementerian Pariwisata beberapa waktu lalu, Bukit Peramun juga dipromosikan melalui online travel agent (OTA).

Bahkan pembelian paket wisata bisa dilakukan melalui OTA tersebut.

Ada beberapa paket wisata yang ditawarkan mulai dari paket tracking ke puncak bukit, paket wisata alam, paket wisata edukasi, dan paket pengamatan tarsius.

Selanjutnya Bukit Peramun dikabarkan bakal menjadi kandidat nominasi GSTC atau Global Sustainable Tourism Council di Kroasia.

"Penyelenggaraan belum dikonfirmasi, tapi kemungkinan April ada tim datang yang akan mengecek lokasi, layak atau tidaknya mengikuti GSTC tersebut," tutur Adong.(Posbelitung.co/Adelina Nurmalitasari)

Penulis: Adelina Nurmalitasari
Editor: Dedi Qurniawan
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved