Breaking News:

Perlakukan Tanaman dengan Tepat Usai Banjir Surut

Tanaman yang kebanjiran akan terlihat layu, padahal bukan karena kekurangan air. Itu karena tanaman tidak dapat mengakses air yang tersedia.

Editor: Tedja Pramana
tribun jogja
Percantik Rumah dengan Tanaman Hias Gatung 

POS BELITUNG.CO - Banjir di Jakarta dan sekitarnya dikabarkan mulai surut pada Jumat (3/1/2020). Selain membersihkan rumah, tanaman yang terkena banjir juga perlu dirapikan.

Dilansir dari thespruce, tanaman yang terkena banjir bisa menyebabkan lebih banyak masalah daripada kekeringan. Jika tanaman tergenang air maka jumlah oksigennya tidak mencukupi. Artinya tanaman tidak dapat mengambil dan melepaskan air, serta tidak dapat melepaskan kelebihan karbon dioksida.

Tanaman yang kebanjiran akan terlihat layu, padahal bukan karena kekurangan air. Itu karena tanaman tidak dapat mengakses air yang tersedia. Nantinya bisa menyebabkan akar busuk dan kematian.

Adapun setelah banjir, perlakukan tanaman dengan tepat. Salah satunya tanaman yang berada di dalam pot. Berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan: Jika tanaman yang tergenang air berada dalam pot dan Anda tidak bisa memindahkan wadah ke tempat aman, keluarkan dari wadah.

Setelah itu letakkan dan tiriskan di atas koran atau kardus selama semalam. Ketika cukup kering, pangkas semua akar yang terlihat berlendir sebelum dimasukkan ke pot lagi dengan tanah yang kering. Tanaman pot yang telah terkontaminasi dengan lumpur sebaiknya dibuang.

Kosongkan dan bersihkan pot dan baki air lalu cuci dengan air sabun hangat. Tanah dalam wadah yang terendam air akan kehilangan sebagian besar hara dan membutuhkan dosis pupuk baru.

Gunakan pupuk organik slow-release, untuk melepaskan nutrisi dari waktu ke waktu, saat tanaman pulih. Pupuk slow-release merupakan pupuk yang melepaskan unsur hara secara perlahan-lahan sesuai kebutuhan tanaman.

Namun apabila banjir belum surut, sebaiknya lakukan hal-hal sebagai berikut: Jangan berjalan di atas tanaman yang tergenang air. Hal itu hanya akan memadatkan dan menyebabkan lebih banyak kerusakan pada akar yang tertekan.

Jika tanaman berada di bawah air, bersihkan dengan selang untuk menghilangkan lumpur dan residu lainnya. Mengawasi penyakit yang akan membuat tanaman rusak. Khususnya penyakit jamur.

Untuk diketahui, banjir di Jabodetabek selain membuat kerugian harta benda, juga menyebabkan setidaknya 47 nyawa melayang. Data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per Jumat (3/1/2020) menyebutkan jumlah korban meninggal terbanyak terdata di Kabupaten Bogor sebanyak 16 orang.

Lalu 7 lainnya di Jakarta Timur, dan masing-masing 3 korban meninggal di Kota Depok dan Kota Bekasi. Selebihnya tersebar di sejumlah wilayah di Jakarta Pusat, Jakarta Barat, Kota Bogor, Kota Tangerang, Kota Tangerang Selatan dan Kabupaten Bekasi. Sementara untuk jumlah pengungsi tercatat sebanyak 39.627 KK. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Banjir Surut, Waktunya Rapikan Tanaman."

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved