Breaking News:

Berita Belitung

Kapal Perang Cina Hadir Pada MNEK TNI AL di Belitung, Ini Jawaban Satgas MNEK Terkait Konflik Natuna

Sedangkan kapal perang Cina, tetap hadir pada kegiatan latihan perang bersama skala Internasional tersebut.

Penulis: Disa Aryandi | Editor: nurhayati
Posbelitung.co/Disa Aryandi
Rapat persiapan MNEK TNI AL oleh Satuan Tugas MNEK ke 4 Tahun 2020 dan Pemerintah Kabupaten Belitung, kamis (9/1/2020) di ruang rapat Bupati Belitung 

Kapal Perang Cina Hadir Pada MNEK TNI AL di Belitung, Ini Jawaban Satgas MNEK Terkait Konflik Natuna

POSBELITUNG.CO,BELITUNG-- Selain Kapal Induk Amerika Serikat, rencana akan hadir di Multilateral Naval Exercise Komodo (MNEK) TNI Angkatan Laut, bulan Agustus 2020 mendatang di Belitung.

Sedangkan kapal perang Cina, tetap hadir pada kegiatan latihan perang bersama skala Internasional tersebut.

Namun apakah berpengaruh dengan konflik di Perairan Natuna sekarang ini? akil Komandan Satuan Tugas MNEK ke 4 Tahun 2020 Kolonel Laut (P) Bambang Trijanto mengaku, untuk kegiatan MNEK ini, apabila dikaitkan dengan kondisi terkini konflik di Perairan Natuna, tidak memiliki keterkaitan.

"Sebetulnya tidak ada kaitan. Natuna adalah urusan kedaulatan atau politik negara, MNEK ini adalah latihan gabungan bersama, semoga tidak ada pengaruh pada hubungan bilateral, yang jelas negara bisa menjawab situasi sekarang ini," ungkap Bambang kepada Posbelitung.co, Kamis (9/1/2020).

Secara umum, untuk persiapan MNEK tersebut sekarang ini sudah mencapai 50 persen lebih dan pembukaan nanti, akan dilakukan di Jakarta.

Secara langsung kegiatan ini akan dibuka oleh Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi).

"Tapi untuk kegiatannya, Belitung dan Pulau Seribu adalah bagian dari wilayah yang digunakan untuk kegiatan tersebut. Kalau dari kondisi periaran, kami sudah melakukan survei di Belitung, dan nanti akan ada lagi survei kembali untuk yang terakhir," jelas Bambang

Survei ini, kata dia, akan membawa tim dari Pusat Hidro-Oseanografi TNI AL untuk melihat kondisi kedalaman laut. Lantaran kapal - kapal perang nantinya membutuhkan area lego jangkar yang cukup luas.

"Yang sudah kami dapatkan, untuk di Tanjung Batu itu bisa, lalu di perairan depan Tanjung Pendam juga bisa, dengan jarak tertentu di kedalaman 20 meter. Kalau yang di depan Tanjung Pendam, itu dari pesisir pantai sekitar 6 sampai 7 mil laut rata-ratanya," bebernya.

Presiden Jokowi didampingi sejumlah menteri di atas kapal perang RI di perairan Natuna.
Presiden Jokowi didampingi sejumlah menteri di atas kapal perang RI di perairan Natuna. (Ist/Tribunnews.com)
Halaman
1234
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved