Musim Hujan dan Banjir Membuat Harga Cabai Melonjak Dua Kali Lipat

Karena banjir di berbagai daerah, beberapa jenis bahan pangan mengalami kenaikan harga, yakni segala jenis cabai dan bawang merah.

Musim Hujan dan Banjir Membuat Harga Cabai Melonjak Dua Kali Lipat
tribun medan
Pedagang cabai merah. 

POSBELITUNG.CO, JAKARTA - Musim hujan termasuk banjir yang melanda kawasan Jabodetabek membuat harga sejumlah bahan pangan terdampak. Salah satunya adalah harga cabai yang melejit naik. Hal ini diakui oleh Agus, salah seorang pedagang di Pasar Gondangdia, Jakarta Pusat.

Menurut Agus, apabila musim hujan tiba, maka harga cabai bisa melonjak hingga dua kali lipat. "Harga bawang naik Rp 5.000 dan cabai paling ngaruh. Kalau (musim) hujan bisa naik dua kali lipat," ujar Agus kepada Kompas.com di Pasar Gondangdia, Kamis (9/1).

Dia mengatakan, untuk saat ini harga bawang merah mulai beranjak normal sejak banjir mereda dengan harga berkisar Rp 45.000 per kilogram. Akan tetapi, untuk segala jenis cabai harganya melambung tinggi. Harga cabai rawit merah masih menyentuh Rp 76.000 per kilogram.

Kemudian, lanjut Agus, harga cabai merah besar mencapai Rp 75.000 per kilogram. Sementara itu, harga cabai merah keriting mencapai Rp 66.000 per kilogram. Agus mengatakan, selama musim hujan, terutama jika terjadi banjir, maka harga cabai akan tetap mahal.

Pasalnya, cabai cenderung cepat busuk dan kemungkinan stok di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur tidak mencukupi. "Biasanya dia cepat busuk hujan begini, ya enggak bisa dijual," ucapnya.

Namun, Agus mengatakan, untuk bahan pangan lain harganya tak terlalu terpengaruh pada awal tahun 2020 ini. Dihubungi secara terpisah, Ketua Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (IKAPPI) Abdullah Mansuri mengatakan, karena banjir di berbagai daerah, beberapa jenis bahan pangan mengalami kenaikan harga, yakni segala jenis cabai dan bawang merah.

"Stok segala jenis cabai dari akhir Desember lalu stoknya mulai berkurang, kemudian bawang merah punya potensi naik lebih tinggi," ucap Abdullah saat dihubungi Kompas.com, Senin (6/1).

Ia mengatakan, akibat banjir, beberapa aset pedagang terpaksa harus hilang dan menyebabkan stok berkurang. Selain itu, banjir juga menghalangi akses bahan pangan menuju pasar. "Untuk itu, (harga) cabai dan bawang diprediksikan akan naik terus," terang Abdullah. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Musim Hujan Jadi Ancaman untuk Harga Cabai", https://money.kompas.com/read/2020/01/09/200000926/musim-hujan-jadi-ancaman-untuk-harga-cabai?page=2.

Editor: tedja pramana
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved