Proses Distribusi Penyebab Harga Gas Mahal, Ini Kata SKK Migas

Harga gas kemudian menjadi lebih tinggi setelah melalui proses distribusi ke industri. Proses distribusi ini dapat dilakukan oleh kontraktor.

kompas.com
Kepala SKK Migas yang juga Dwi Soetjipto usai membuka Joint Convention Yogyakarta 2019 di Hotel Tentrem, Kota Yogyakarta, Selasa (26/11/2019). 

"Seperti harga hulu, transportasi, toll fee, hingga margin di midstream user. Investasi hulu sangat besar, harapan SKK migas jika ada margin jangan sampai kalah dengan yang midstream," tutur dia.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo sempat menyampaikan kekecewaannya terhadap harga gas industri yang masih mahal. Jokowi meminta jajarannya melihat betul penyebab tingginya harga gas, mulai dari harga di hulu, di tingkat lapangan, pada saat penyaluran gas, biaya transmisi gas, sampai di hilir atau di tingkat distributor.

"Pilihannya kan hanya dua, melindungi industri atau melindungi pemain gas," kata dia dalam rapat terbatas di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (6/1/2020).

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu memberikan tiga opsi untuk menekan harga gas industri. Opsi pertama adalah pengurangan porsi jatah pemerintah yang sebesar 2,2 dollar AS per 1 MMBTU dari hasil KKKS. Opsi kedua, kata Jokowi, yakni pemberlakuan Domestic Market Obligation (DMO).

Ketiga, adalah membebaskan industri untuk melakukan impor gas. "Ini sejak 2016 enggak beres-beres. Saya harus cari terobosan, ya tiga itu pilihannya. Kalau tidak segera diputuskan ya akan begini terus," ujarnya. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "SKK Migas Sebut Proses Distribusi Jadi Biang Kerok Harga Gas Mahal", https

Editor: tedja pramana
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved