Sejumlah Proyek di Ibu Kota Baru Terbuka untuk Investor Singapura

Di Ibu Kota Baru Anda bisa menanamkan modal di sektor infrastruktur. Kami akan menjadikan kota tersebut sebagai kota hijau.

Sejumlah Proyek di Ibu Kota Baru Terbuka untuk Investor Singapura
kompas.com
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan saat ditemui di kantor Kemenko Polhukam, Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Senin (6/1/2020). 

POSBELITUNG.CO, JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan menawarkan proyek pemerintah kepada sejumlah investor yang ada di Singapura.

Saat ditanya sektor manakah yang bisa menjadi tempat berinvestasi yang potensial, dia menyebut energi alternatif, startup, rumah sakit, dan ibu kota negara baru masih terbuka untuk investasi.

"Di Ibu Kota Baru Anda bisa menanamkan modal di sektor infrastruktur. Kami akan menjadikan kota tersebut sebagai kota hijau. Rumah sakit juga cukup menjanjikan," kata Luhut dalam keterangan tertulis, Kamis (9/1/2020).

"Kami berencana bangun fasilitas yang lengkap dengan mendatangkan dokter terbaik, mungkin ada yang dari luar negeri sehingga bisa mengurangi jumlah orang Indonesia yang berobat ke sini," ujarnya.

Begitu pula, potensi investasi di bidang pendidikan yang begitu dilirik oleh para investor asing tersebut. "Tujuan kami adalah untuk memperkecil jarak antara kualitas pendidikan di barat dan timur. Saat ini ada beberapa startup di bidang pendidikan ini tentu mempermudah jangkauan ke bagian timur," terang Luhut.

Ia juga menjelaskan, Uni Emirat Arab bakal berinvestasi di sektor tersebut. Pun Luhut memberi contoh, di Morowali ada universitas teknologi yang menjadi salah satu yang terbaik sebagai hasil kerja sama dengan universitas teknologi China.

"Menteri Pendidikan kami yang berusia muda juga diharapkan dapat mengambil langkah inovatif dan kreatif untuk meningkatkan kualitas pendidikan Indonesia," tuturnya kepada investor.

Luhut juga menjelaskan bahwa pemerintah saat ini sedang mengerjakan dua Undang-undang Omnibus Law, yaitu UU Penciptaan Lapangan Kerja dan Undang-Undang tentang Perpajakan. Kedua UU akan diajukan ke DPR pada awal tahun ini.

"UU tersebut untuk menggantikan undang-undang sebelumnya yang berpotensi tumpang tindih dan menghambat investasi," katanya.

Untuk meningkatkan investasi di Indonesia, mantan Menko Polhukam ini juga menyinggung program Online Single Submission (OSS).

Halaman
12
Editor: tedja pramana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved