Breaking News:

Berita Belitung

Apakah Kasus Penggerebekkan Pabrik Arak Belitung Bisa Diproses Hukum?, Begini Jawaban Kasatpol PP

Barang bukti berupa 43 ember yang diduga digunakan untuk menampung arak masih tersimpan di ruang barang bukti kantor Satpol PP Kabupaten Belitung.

Penulis: Disa Aryandi | Editor: Dedi Qurniawan
posbelitung.co/Disa Aryandi
Bupati Belitung H Sahani Saleh (Sanem) bersama Satpol PP Kabupaten Belitung melakukan penggerebekan pabrik arak di hutan Gunung Lalang, Desa Aik Seruk, Kecamatan Sijuk, Kabupaten Belitung , Senin (13/1) 

POSBELITUNG.CO, BELITUNG - Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Belitung Azhar mengatakan, pihaknya masih mengupayakan proses hukum menindaklanjuti kasus penggerebekan pabrik minuman arak tersebut.  Terutama untuk mengetahui siapa pemilik pabrik arak tersebut.

Barang bukti yang dipegang oleh petugas Satpol berupa 43 ember yang diduga digunakan untuk menampung arak masih tersimpan di ruang barang bukti kantor Satpol PP Kabupaten Belitung.

"Ya kemungkinkan dengan barang bukti yang ada bisa diproses atau tidak, itu nanti harus dilihat dulu dari kawan - kawan PPNS (Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS), apakah bisa untuk memenuhi unsur atau tidak," kata Azhar kepada posbelitung.co, selasa (14/1/2020).

Saat ini, kasus penggerebekan pabrik arak tersebut tengah diproses di Bidang Penertiban Umum Satpol PP.

Apabila seluruh keterangan sudah lengkap, maka penanganan selanjutnya akan diserahkan kepada Bidang Penegak Peraturan Daerah (Perda) Satpol PP untuk disidik PPNS.

"Termasuk barang bukti nanti akan diserahkan segala macam lah. Kalau misalkan ada kaitan dengan pidana, maka akan dikoordinasikan nanti dengan pihak kepolisian, untuk proses mereka," ujarnya.

Baru Pemilik Lahan yang Dipanggil, Pemilik Pabriknya Belum

Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Pemerintah Kabupaten Belitung telah melayangkan surat pemanggilan kepada pemilik lahan lokasi pabrik arak di area hutan Gunung Lalang, Jalan Ranati, Desa Aik Seruk, Kecamatan Sijuk, Kabupaten Belitung.

Surat panggilan yang dibuat baru hanya untuk pemilik lahan. Sementara terkait pemilik pabrik, pihaknya belum bisa melayangkan surat panggilan lantaran identitas pemiliknya sejauh ini baru sebatas dugaan dan belum valid.

"Kami hari ini baru membuatkan surat panggilan kepada pemilik lahan dulu. Kami tidak bisa memvonis ini punya sih A atau B, tapi nanti ada pertanyaan kepada pemilik lahan itu, pabrik arak ini punya siapa, baru selanjutnya akan kami panggil pemilik pabrik," kata Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Belitung Azhar kepada posbelitung.co, Selasa (14/1/2020).

Halaman
12
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved