Breaking News:

Berita Belitung

PABRIK di Belitung Sanggup Produksi Hingga 4000 Liter Arak, Ini Fakta-fakta Penggerebekkan Kemarin

Jumlah 4000 liter itu hampir setara dengan kapasitas tangki truk PDAM yang bisa hingga puluhan kali mengisi bak mandi rumah anda.

posbelitung.co/Disa Aryandi
Bupati Belitung H Sahani Saleh (Sanem) bersama Satpol PP Kabupaten Belitung melakukan penggerebekan pabrik arak di hutan Gunung Lalang, Desa Aik Seruk, Kecamatan Sijuk, Kabupaten Belitung , Senin (13/1) 

"Kami cek tadi, mereka baru membuangnya dan puluhan ember tempat mereka menampung minuman arak juga sudah disembunyikan di semak belukar. Jadi mereka ini, ingin menghilangkan barang bukti," ujarnya.

3. Diduga Sudah Bocor

Bupati Belitung Sahani Saleh mengakui penggerebekkan pabrik arak hutan Gunung Lalang di Kecamatan Sijuk diduga sudah bocor. Pasalnya, saat Sanem datang seluruh pintu pondok kebun, tempat arak tersebut diproduksi, sudah terkunci.

Barang-barang berupa ember yang didiuga untuk menyimpan arak sudah disembunyikan di semak belukar. "Kemungkinan sudah bocor, soalnya lihat saja sendiri, datang ke lokasi sudah tidak ada apa-apa, barang - barang sudah diangkut semua," kata Sanem kepada posbelitung.co, senin (13/1/2020).

Namun, Sanem mengaku tak khawatir. Sebab pihaknya sudah mengantongi identitas siapa pemilik dari pabrik tersebut. Si pemilik hanya tinggal dipanggil dan dimintai keterangan.

"Tentu akan kami tindak nanti sesuai dengan prosedur, dan ini peringatan juga bagi yang lain. Ya memang kalau saya melihat, ini pabrik besarnya, habis itu dia jual ke mana-mana untuk didistribusikan ke agen-agen," ujarnya.

4. Dua Orang Akan Dipanggil, Diduga Aktivitas Pembuatan Arak Sudag Berlangsung Sejak Lama

Identitas pemilik pabrik minuman arak yang terletak di area hutan Gunung Lalang, Desa Aik Seruk, Kecamatan Sijuk,  sudah diketahui oleh petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Belitung. Petugas akan segera memanggil pemilik pabrik minuman arak tersebut.

Kemudian, petugas juga akan memanggil pemilik lahan yang menjadi lokasi produksi minuman keras ini. Meskipun dua orang yang berbeda, keduanya punya keterkaitan pada kasus ini.

"Yang punya pabrik lain, yang punya lahan lain juga. Ya istilahnya pemilik pabrik ini numpang lahan lah, jadi kami akan panggil kedua-dua nya," ucap Kasat Pol PP Kabupaten Belitung Azhar kepada posbelitung.co, senin (13/1/2020).

Halaman
1234
Editor: Dedi Qurniawan
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved