LIPSUS Belitung Merambah Mancanegara

Belasan Miliar Digelontorkan untuk Pengembangan KUKM di Belitung

Dana belasan miliar ini berupa pinjaman lunak kepada masyarakat dengan bunga yang disubsidi oleh pemerintah daerah.

Belasan Miliar Digelontorkan untuk Pengembangan KUKM di Belitung
(Ist/Dinas KUMKM, Tenaga Kerja dan Perdagangan Kabupaten Belitung)
UMKM lokal pada kegiatan Malaysia International Halal Showcase (MIHAS) di Kuala Lumpur, Malaysia beberapa waktu lalu. 

POSBELITUNG.CO - Perbankan di Kabupaten Belitung menggelontorkan belasan miliar rupiah setiap tahun untuk perkembangan Kelompok Usaha Kecil Menengah (KUKM). Dana ini berupa pinjaman lunak kepada masyarakat dengan bunga yang disubsidi oleh pemerintah daerah..

Kepala Dinas Koperasi UKM, Perdagangan dan Tenaga Kerja (KUKMPTK) Kabupaten Belitung, Adnizar mengatakan ada dua perbankan yang rutin setiap tahun membantu pengembangan KUKM. Yaitu Bank SumselBabel dan BRI.

Bank Sumsel Babel mengeluarkan program bunga lunak bersubsidi. BRI berupa Kredit Usaha Rakyat (KUR).

Apabila KUKM ini meminjam modal di dua perbankan itu, harus ada rekomendasi dari Dinas KUKMPTK Kabupaten Belitung.
"Kalau yang Bank SumselBabel itu, di tahun 2019 kemarin ada Rp9 miliar semua nilai pinjaman lunaknya. Tahun ini belum ada, dia masih terus berjalan. Itu bunga pinjamannya 6 persen, tapi disubsidi oleh pemerintah. Jadi yang mengajukan pinjaman hanya 3 persen saja membayar bunganya," kata Adnizar kepada Pos Belitung, Kamis (16/1).

Di Bank Sumsel Babel tercatat sudah ada lebih 100 KUKM yang mengajukan pinjaman. Itu terlihat dari rekomendasi yang dikeluarkan oleh Dinas KUKMPTK Kabupaten Belitung.

Program ini, sangat penting untuk membantu pengembangan KUKM di Negeri Laskar Pelangi.
"Ini terus berjalan, dan tidak ada batas kuota misalkan tahun ini berapa KUKM, itu tidak ada. Tapi biasanya kalau yang baru pertama mengajukan, itu diberikan pinjaman maksimal Rp 20 juta. Kemudian tahun kedua dia baru Rp 30 juta, dan itu jangka waktunya dua tahun setiap kali pengusulan," ujarnya.

Lantaran tidak diperkenankan mengajukan nilai pinjaman yang banyak pada tahun pertama, maka terlebih dahulu harus dilihat keseriusan KUKM tersebut dalam mengembangkan dan mengelola usahanya.

"Ini merupakan program inovatif dan tidak semua kabupaten ada. Tetap ada jaminan, tapi misalkan kalau di Bank Sumsel ini bisa berupa SKT (surat keterangan tanah). Tapi kalau di BRI, mereka jaminannya harus berupa sertifikat," jelasnya.

Khusus untuk sertifikat bagi pelaku KUKM, Pemkab Belitung sudah bekerjasama dengan Badan Pertanahan Negara (BPN) dan sudah menerbitkan 1.000 lebih sertifikat untuk pelaku KUKM. Maksimal pembuatan sertifikat itu, hanya dua hektare dan pelaku KUKM ini tidak boleh berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan harus memiliki usaha.

"Itu khusus untuk KUKM, dan kalau BRI ini bisa mengusulkan pinjaman secara besar, tapi BRI tetap melihat hasil survei juga, berapa yang bisa di setujui nilainya. Sama bunganya juga kecil, hanya 6 persen," bebernya.

Halaman
123
Editor: Dedi Qurniawan
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved